Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pringsewu saat ini menghadapi tantangan besar dalam hal pengelolaan sampah, terutama terkait dengan jumlah armada pengangkut sampah yang terbatas.
Dengan hanya memiliki tujuh unit armada yang terdiri dari dua unit dump truck, tiga unit arm roll, dan dua unit kendaraan roda tiga, DLH mengakui bahwa kapasitas pengangkutan sampah saat ini belum mampu menjangkau seluruh wilayah pelayanan secara optimal.
Hal ini semakin diperburuk oleh tingginya volume sampah yang harus ditangani, yang diperkirakan mencapai sekitar 43,87 ton per hari pada tahun 2024 dan sedikit menurun menjadi 38,60 ton per hari pada tahun 2025.
Kepala DLH Pringsewu, Ulinoha, menjelaskan bahwa pelayanan pengangkutan sampah saat ini telah mencakup delapan kecamatan, termasuk Pringsewu, Gadingrejo, Pagelaran, dan Sukoharjo.
Namun, dua kecamatan, yakni Pagelaran Utara dan Pardasuka, masih belum menerima layanan secara optimal.
"Secara ideal, jumlah armada yang ada masih belum mencukupi mengingat timbulan sampah yang cukup besar," kata Ulinoha.
Keterbatasan armada dan jarak yang jauh antara kecamatan menjadi kendala utama dalam mencapainya.
Meski demikian, DLH berupaya untuk mengatasi masalah ini dengan mengandalkan sistem pengelolaan berbasis wilayah, yang mencakup Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R) yang terus diperkuat di tingkat desa.
Dalam menghadapi masalah ini, DLH juga mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui berbagai pendekatan, termasuk jadwal pengangkutan yang disesuaikan dengan kepadatan penduduk, serta mendorong program pengurangan sampah di sumbernya, seperti bank sampah, komposting di tingkat pekon, dan edukasi pemilahan sampah.
Ulinoha juga menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat.
"Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama, dan kesadaran ini perlu terus ditingkatkan," ujarnya.
Ke depannya, DLH berencana untuk memperluas dan memperkuat fasilitas seperti TPS3R, mengoptimalkan TPA, serta meningkatkan layanan persampahan melalui digitalisasi dan sistem retribusi yang lebih efisien.
Ulinoha berharap dukungan media dapat memperkuat kampanye kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Kami mohon bantuan rekan-rekan media untuk ikut memberikan pencerahan bahwa sampah adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
(Tribunlampung.co.id / Oky Indrajaya)