WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU -Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan menyiapkan titik parkir tambahan di kawasan Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, guna mengatasi keluhan warga terkait maraknya parkir liar di lingkungan permukiman.
Hal tersebut untuk mengatasi keluhan masyarakat terkait parkir liar di lingkungan permukiman.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Pasaribu mengatakan, pihaknya telah mengatur beberapa titik parkir resmi, sekaligus menetapkan area yang dilarang untuk parkir.
“Memang beberapa titik sudah kami siapkan, dan ada juga titik-titik yang dilarang,” ujar Bernad, dikutip Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, keluhan warga muncul karena sebagian pengunjung Taman Bendera Pusaka masih memarkirkan kendaraan di area perumahan sekitar.
Baca juga: Parkir Liar Ditertibkan, Sarana Jaya Siapkan Skema Terintegrasi di Lebak Bulus
Hal ini dinilai mengganggu kenyamanan warga setempat.
“Terjadinya komplain dari masyarakat sekitar karena beberapa pengguna memarkirkan kendaraannya di area perumahan warga,” katanya.
Sebagai solusi, pihaknya berencana menambah kapasitas parkir di area bekas Taman Leuser yang terhubung dengan kawasan Taman Bendera Pusaka.
Lokasi tersebut dinilai memiliki daya tampung yang cukup besar untuk menampung kendaraan pengunjung.
Baca juga: Parkir Liar di Muara Baru Ditertibkan, Sudinhub Jakut Derek Mobil Warga
“Rencananya di bekas Taman Leuser, yang terhubung dengan Taman Bendera Pusaka, akan digunakan untuk parkir tambahan. Slotnya cukup besar,” ujar Bernad.
Selain itu, ia menegaskan bahwa beberapa area seperti eks Taman Langsat telah disterilkan dari parkir kendaraan.
Sementara di eks Taman Ayodya masih diperbolehkan untuk parkir.
Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan parkir yang telah ditetapkan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.
Taman Bendera Pusaka di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mulai dibuka untuk umum pada Minggu (15/3/2026).
Taman itu dapat diakses masyarakat selama 24 jam dan dilengkapi CCTV serta sistem keamanan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyarankan warga lebih menggunakan transportasi publik karena kapasitas parkir di sekitar taman terbatas.
"Tempat parkir memang, kalau saya bilang bahwa parkir enggak bermasalah pasti saya juga bohong. Tetapi saya yakin karena ini adalah menjadi ruas utama transportasi publik di Jakarta, semua orang bisa dengan mudah sekarang ini sampai dengan ke Blok M, dan dari Blok M ke sini cukup dekat," ujar Pramono, usai meresmikan Taman Bendera Pusaka, Sabtu (14/3/2026).
"Sehingga dengan demikian kami mengimbau, mengharapkan orang yang akan menggunakan taman ini seyogianya lebih baik menggunakan transportasi publik, karena dari mana saja bisa. Bahwa kemudian mereka akan membawa kendaraan dan sebagainya memang ada tempat parkir, tetapi saya yakin tidak mencukupi untuk itu," sambungnya.
Selain itu, ia menegaskan taman dimaksudkan sebagai ruang publik untuk kegiatan bersama, bukan tempat tidur atau istirahat panjang.
Petugas keamanan akan mengingatkan pengunjung jika melanggar aturan tersebut.
Baca juga: Patung Fatmawati Menjahit Bendera saat Hamil Menjadi Ikon Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan
"Jadi taman ini adalah untuk taman bersama, bukan tempat untuk tidur. Jadi kalau ada warga yang kemudian untuk tidur-tiduran dan sebagainya, ya tentunya ada sekuriti yang akan mengingatkan," tuturnya.
Adanya Taman Bendera Pusaka sebagai bagian dari upaya menambah ruang terbuka hijau yang modern, inklusif, dan ramah keluarga di ibu kota.
Pantauan Warta Kota di lokasi, turut hadir Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri.
Megawati terlihat mengenakan baju putih dan selendang merah.
Ia tiba di lokasi sekira pukul 17.08 WIB, dengan didampingi Pramono dan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno.
Acara peresmian ini diawali dengan lagu kebangsaan, tarian budaya, serta pemutaran video perjuangan Fatmawati kala menjahit bendera pusaka.
Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan taman tersebut, termasuk mitra strategis Pemprov DKI Jakarta, BUMN, pematung, arsitek, dan kolaborator lainnya.
“Puji syukur kehadirat Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa. Pada hari ini kita semua dapat berkumpul dalam rangka peresmian Taman Bendera Pusaka dan Patung Fatmawati. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BUMN yang ada, para perencana, pematung, arsitek, maupun seluruh kolaborator yang telah berkontribusi mendukung penyelesaian pembangunan Taman Bendera Pusaka dan Patung Ibu Fatmawati,” ujar Pramono.
Di hadapan Megawati, ia turut menyinggung perkembangan Jakarta menuju kota global, di mana peringkat kota ini meningkat dari 74 menjadi 71 dari 156 kota dunia.
Infrastruktur transportasi Jakarta kini menduduki posisi 17 terbaik di dunia, unggul dibandingkan beberapa kota besar di ASEAN.
"Seperti kita ketahui bersama, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta sekarang ini sedang bertransformasi menuju kota global. Kami laporkan Ibu Mega, Jakarta ketika saya dan Bang Dul menjabat, rankingnya nomor 74 dari 156 kota dunia," ucapnya.
"Sekarang ini sudah naik menjadi 71 dari 156. Termasuk di dalamnya adalah infrastruktur transportasinya, Jakarta sekarang sudah menjadi nomor 17 terbaik dunia. Di ASEAN hanya kalah dari Singapura, sekarang Jakarta sudah lebih baik daripada Manila, Bangkok, Kuala Lumpur, Hanoi, dan sebagainya," lanjut dia.
Alasan Adanya Patung Fatmawati
Taman Bendera Pusaka seluas 5,6 hektare ini dilengkapi jogging track sepanjang 1,2 kilometer, lapangan tenis, lapangan multifungsi, dan satu lapangan padel yang dapat digunakan gratis dengan pendaftaran.
Adapun penataan kawasan ini juga meliputi relokasi taman burung yang sudah ada sebelumnya.
“Dengan menempatkan Patung Ibu Fatmawati di area Taman Bendera Pusaka, kami ingin memberikan penghargaan pada sosok yang berjasa besar bagi bangsa, karena beliau adalah penjahit bendera pusaka yang dikibarkan pada saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945,” tutur Pramono.