Pulau Bangka Diamuk Angin Kencang,  Atap Bangunan Beterbangan dan Pohon Bertumbangan
Fitriadi April 27, 2026 09:23 AM

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Angin kencang merusak sejumlah bangunan dan menumbangkan pepohonan di sejumlah wilayah Pulau Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (25/4/2026).

Di Pangkalpinang, hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan kerusakan di berbagai titik.

Puluhan rumah warga dilaporkan rusak, sementara pohon tumbang sempat mengganggu akses jalan.

BPBD Pangkalpinang mulai menerima laporan kerusakan sekitar pukul 10.43 WIB.

Kerusakan didominasi pada bagian atap rumah. Pohon tumbang juga dilaporkan di sejumlah kawasan seperti Lontong Pancur, Air Itam, dan Pantai Pasir Padi, bahkan sempat menutup badan jalan dan mengenai jaringan listrik.

Selain permukiman, fasilitas umum turut terdampak. Tenda UMKM di Alun-alun Pangkalpinang rusak, sementara atap Tempat Pelelangan Ikan (TPI) beterbangan akibat terpaan angin. 

Di tengah situasi tersebut, Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, turun langsung ke lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan kepada warga.

“Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak berjuang sendirian,” ujarnya.

Sementara itu, insiden di laut juga terjadi. Seorang nelayan, Agus Masmutas (60), sempat dilaporkan karam di perairan Karang Merah akibat cuaca buruk, namun berhasil ditemukan selamat oleh tim SAR gabungan.

22 Rumah Rusak di Kabupaten Bangka

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka mencatat sebanyak 22 rumah terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi.

Kepala Pelaksana BPBD Bangka, Heryadi, menyebutkan kerusakan tersebar di sedikitnya 14 titik, antara lain Desa Karya Makmur, Kelurahan Lubuk Kelik, Desa Rebo, hingga Dusun Mudel di Desa Air Anyir.

“Mayoritas kerusakan menimpa bagian atap rumah warga. Bahkan di Dusun Mudel, satu unit rumah mengalami kerusakan pada bagian tebing layar, dan ada empat orang yang mengungsi sementara,” ujar Heryadi, Minggu (26/4/2026).

Selain permukiman, fasilitas umum juga terdampak. Atap tribun Stadion Binasatria Sungailiat mengalami kerusakan, sementara pohon tumbang sempat menghambat arus lalu lintas di jalur Lintas Timur.

Di Kecamatan Merawang, sejumlah pohon dilaporkan tumbang dan menutup badan jalan sejak pagi hingga sore hari. Kondisi tersebut sempat mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Kapolsek Merawang, Iptu M. Ryan Nofiandy, mengatakan pihaknya segera menerjunkan personel ke lokasi setelah menerima laporan warga.

“Akibat pohon tumbang, arus lalu lintas sempat tersendat. Namun berkat gerak cepat petugas di lapangan, jalur kini sudah dapat dilalui kembali dengan normal,” ujarnya.

Petugas bersama warga melakukan evakuasi dengan peralatan seadanya untuk memotong batang dan ranting pohon yang menutup akses jalan.

Selama proses berlangsung, polisi juga mengatur arus kendaraan guna mencegah kemacetan dan kecelakaan.

Heryadi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini, BPBD terus melakukan peninjauan, pendataan, serta pemasangan terpal untuk membantu warga terdampak.

“Tim BPBD sudah turun ke lapangan untuk penanganan dan pendataan. Kami juga fokus memastikan keselamatan masyarakat,” katanya.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama di wilayah rawan pohon tumbang dan kerusakan bangunan.

Akses Jalan Nasional Macet

Angin kencang yang melanda Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyebabkan pohon tumbang dan menutup akses jalan nasional Pangkalpinang–Mentok, Sabtu (25/4/2026) siang.

Peristiwa terjadi di Desa Mayang, tepatnya di ruas jalan perbatasan dengan Desa Air Limau.

Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas sempat tersendat dan menimbulkan antrean kendaraan dari kedua arah.

Sejumlah pengendara bahkan tidak dapat melintas hingga proses evakuasi selesai dilakukan.

Kepala BPBD Bangka Barat, Safrizal, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 12.58 WIB dan langsung menurunkan tim reaksi cepat ke lokasi.

“Kami terima laporan pukul 12.58 WIB. Dibantu BPD Teluk Limau dan masyarakat sekitar, evakuasi segera dilakukan sehingga jalan nasional dapat kembali dilewati,” ujarnya.

Petugas bersama warga bahu-membahu memotong dan menyingkirkan batang serta ranting pohon yang melintang di badan jalan.

Setelah proses pembersihan rampung, akses lalu lintas kembali normal pada sore hari.

Safrizal memastikan tidak ada kejadian lain yang menyertai insiden tersebut.

“Sementara ini hanya pohon tumbang di Desa Mayang,” katanya.

Peristiwa serupa juga terjadi di Kecamatan Muntok. Pohon tumbang dilaporkan menutup Jalan Tembus Pemda di Dusun Pait Jaya, Desa Belo Laut.

Personel Polres Bangka Barat bersama warga langsung melakukan pembersihan di lokasi.

Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso, menegaskan penanganan cepat tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak.

“Sinergi ini penting agar setiap kejadian bisa ditangani dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan, untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba.

“Pengendara diminta lebih berhati-hati. Laporkan jika ada pohon atau dahan yang berpotensi tumbang agar bisa segera ditindaklanjuti,” kata Safrizal. (Bangka Pos/u2/t2/v1/riu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.