
Tulisan ini dibuat untuk menyoroti kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di salah satu daycare di Daerah Istimewa Yogyakarta.
KAMI menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan kasus kekerasan yang terjadi di salah satu daycare di wilayah Yogyakarta.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan, kesehatan mental, dan tumbuh kembang anak usia dini.
Kami menegaskan bahwa lingkungan daycare seharusnya menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan emosional serta sosial anak.
Segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kondisi psikologis anak, termasuk munculnya rasa takut, trauma, hingga gangguan kepercayaan terhadap lingkungan sekitar.
Sehubungan dengan hal tersebut, Komunitas Psikologi Indonesia mengimbau:
Kami juga siap berkontribusi melalui layanan edukasi parenting, pelatihan bagi pengasuh, serta pendampingan psikologis bagi anak dan keluarga yang terdampak.
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan proaktif dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak Indonesia.
Kasus dugaan penganiayaan anak di tempat penitipan anak Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, mencuat setelah Satreskrim Polresta Yogyakarta melakukan penggerebekan pada Jumat (24/4) sore.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menyebut penggerebekan dilakukan karena adanya indikasi pengelola daycare memperlakukan anak secara tidak manusiawi. Polisi menemukan anak-anak dengan tangan dan kaki terikat, serta dugaan penelantaran.
“Diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif, menempatkan, membiarkan, melibatkan anak dalam perlakuan salah dan penelantaran,” jelas Adrian.
Sejumlah orang tua korban turut memberikan kesaksian. Noorman, salah satu saksi, mengaku diperlihatkan video penggerebekan yang menunjukkan kondisi anak-anak tidak manusiawi. Sementara Sri (63), warga Kotagede, menuturkan cucunya pernah dikunci di kamar mandi oleh pengasuh daycare tersebut.
Fakta Kasus
Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas dan mendorong pemerintah daerah melakukan razia besar-besaran terhadap seluruh daycare di Yogyakarta.