TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan injil Katolik Selasa 28 April 2026.
Bacaan injil katolik lengkap renungan harian katolik disiapkan untuk Pesta St Petrus Chanel, St. Louis-Marie Grignion de Montfort.
Hari Selasa warna liturgi putih.
Bacaan hari Selasa: Kis. 11:19-26; Mzm. 87:1-3,4-5,6-7; Yoh. 10:22-30 dan BcO Kis 13:14b-43.
Baca juga: Kalender Liturgi Katolik Selasa 28 April 2026, Pesta St Petrus Chanel
Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.
Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.
Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,
karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.
Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Mazmur Tanggapan:
Mzm 87:1 Mazmur bani Korah: suatu nyanyian. Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya:
Mzm 87:2 TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub.
Mzm 87:3 Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. Sela
Mzm 87:4 Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: "Ini dilahirkan di sana."
Mzm 87:5 Tetapi tentang Sion dikatakan: "Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya," dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.
Mzm 87:6 TUHAN menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: "Ini dilahirkan di sana." Sela
Mzm 87:7 Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: "Segala mata airku ada di dalammu."
Injil Katolik: Injil Yohanes 10:22–30.
Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.”
Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
Aku dan Bapa adalah satu.”
Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Bacaan hari ini memperlihatkan bagaimana karya Allah terus bergerak melampaui batas-batas yang manusia buat, dan bagaimana iman sejati selalu lahir dari mendengarkan suara Tuhan.
Dalam Kisah Para Rasul 11:19–26, kita melihat jemaat perdana tersebar karena penganiayaan. Namun justru dari ketersebaran itu, Injil meluas sampai ke Antiokhia dan mulai diwartakan juga kepada orang-orang non-Yahudi. Di sinilah tangan Tuhan nyata bekerja: banyak orang menjadi percaya, dan di kota itu untuk pertama kalinya murid-murid Yesus disebut “Kristen”.
Ada pelajaran penting di sini: rencana Allah tidak pernah terhenti oleh kesulitan. Apa yang tampak sebagai kegagalan (penganiayaan dan penyebaran umat) justru menjadi jalan bagi pertumbuhan Gereja. Barnabas hadir sebagai sosok yang penuh Roh Kudus, yang menguatkan dan meneguhkan iman komunitas. Gereja bertumbuh bukan hanya karena pewartaan, tetapi juga karena dorongan dan pendampingan dalam kasih.
Mazmur 87 menegaskan bahwa Allah mencintai Sion, kota-Nya, dan dari sana lahir umat dari berbagai bangsa. Ini gambaran indah tentang Gereja yang terbuka: semua orang dipanggil masuk ke dalam kehidupan Allah.
Dalam Injil Yohanes 10:22–30, Yesus menegaskan identitas-Nya sebagai Gembala yang baik. Ia berkata, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku.” Di sini kita diajak untuk bertanya: suara siapa yang paling kita dengarkan dalam hidup kita? Suara dunia, kekhawatiran, atau suara Kristus?
Yesus juga memberikan jaminan yang sangat kuat: siapa yang mengikuti-Nya tidak akan binasa, karena tidak ada yang dapat merebut mereka dari tangan-Nya maupun tangan Bapa. Ini adalah sumber pengharapan yang kokoh bagi setiap orang beriman bahwa hidup kita aman di dalam Allah, bukan karena kekuatan kita, tetapi karena kasih-Nya.
Renungan:
Hari ini kita diajak untuk menyadari bahwa menjadi “Kristen” berarti hidup sebagai orang yang mendengarkan dan mengikuti suara Kristus. Seperti jemaat di Antiokhia, kita dipanggil untuk membawa Injil dalam kehidupan sehari-hari, di tengah dunia yang beragam dan sering kali menantang.
Seperti Barnabas, kita juga dipanggil menjadi pembawa penguatan bagi orang lain—bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan kehadiran yang meneguhkan iman.
Dan seperti domba-domba Yesus, kita diajak untuk semakin peka mendengar suara Gembala yang baik, agar hidup kita tetap berada dalam tangan kasih Allah yang tidak pernah melepaskan kita.
Doa:
Tuhan Yesus, Gembala yang baik, ajarilah aku untuk selalu mendengarkan suara-Mu. Teguhkan imanku agar aku tetap setia mengikuti-Mu, dan jadikan aku pembawa damai serta penguat bagi sesama. Amin. (Sumber www.imankatolik.or.id/kgg).