TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kapten Persib Bandung, Marc Klok, menatap fase berikutnya dengan energi baru setelah timnya harus puas berbagi angka saat menghadapi Arema FC dengan skor 0-0 dalam lanjutan Super League Indonesia di Stadion GBLA, Kota Bandung.
Laga berikutnya sudah menanti. Persib dijadwalkan melawat menghadapi Bhayangkara FC di Lampung pada Kamis (30/4/2026), dalam pertandingan pekan ke-30 kompetisi.
Klok mengungkapkan bahwa saat melawan Arema, seluruh upaya sebenarnya telah dilakukan oleh timnya.
"Tapi karena beragam alasan, bolanya seolah tidak mau masuk (ke gawang). Ada 28 kesempatan, 13 tembakan ke gawang tapi tidak ada gol," ujar Klok, di Stadion GBLA, Senin (27/4/2026).
Ia mengakui bahwa hasil tersebut meninggalkan rasa kecewa, terutama karena pertandingan berlangsung di kandang sendiri. Namun, menurutnya, situasi ini harus dijadikan bahan evaluasi sekaligus diterima sebagai bagian dari perjalanan tim.
"Kita harus mulai lagi dengan semangat baru, spirit baru," ujar pemilik nomor 23 di tim Maung Bandung ini.
Klok menegaskan bahwa secara permainan tidak ada perubahan signifikan, tetapi rasa frustrasi muncul karena tim tampil dominan dan menciptakan banyak peluang tanpa mampu mencetak gol.
"Setiap pemain sudah memberikan yang terbaik, memberikan segalanya, karena semua orang ingin menjadi juara. Jadi, sangat menjengkelkan ketika semuanya tidak berjalan sesuai rencana, saat bola tidak mau masuk," kata Klok.
Ia juga menilai, jalannya pertandingan bisa berbeda jika gol lebih dulu tercipta sejak babak pertama.
Mungkin, kata dia, jika mencetak gol di babak pertama, dua atau tiga nol, pertandingannya akan mudah.
"Tetapi dari waktu ke waktu, waktu terus berjalan dan kita tidak mencetak gol, jadi ada sedikit tekanan untuk kita. Tapi inilah sepakbola, mau tidak mau, kita harus terima," tuturnya.
Kini fokus tim diarahkan sepenuhnya ke lima pertandingan terakhir di Super League yang akan sangat menentukan.
Klok pun menyampaikan pesan kepada Bobotoh agar tetap berdiri di belakang tim dalam situasi apa pun. Ia menilai dukungan menjadi elemen penting di fase krusial seperti sekarang.
"Jangan sampai menjelekkan pemain atau tim atau apa pun, karena di momen ini kita paling butuh dukungan. Kalau kita menang, semua adalah baik," tuturnya.
Ia menekankan bahwa arti dukungan justru terasa saat tim sedang berada dalam kondisi yang tidak sesuai harapan.
Tapi kata Klok, dukungan yang sebenarnya adalah saat keadaan sedang turun dan tidak sesuai ekspektasi.
"Di situlah dukungan harus mengangkat kita untuk menjadi lebih baik, untuk melampaui batas karena kita masih punya lima laga final, dan kita butuh 15 poin. Sesederhana itu," ucapnya.
Dengan lima pertandingan tersisa, peluang Persib untuk mengunci gelar masih terbuka lebar. Jika mampu mengamankan 15 poin, posisi mereka akan tetap unggul, bahkan jika pesaing seperti Borneo FC meraih hasil serupa, karena keunggulan head to head yang dimiliki.