SRIPOKU.COM - Menghadapi 30 siswa dengan kemampuan yang berbeda dalam satu kelas sering kali membuat guru merasa kewalahan.
Namun, di tahun 2026 ini, Pembelajaran Berdiferensiasi hadir bukan untuk menambah beban, melainkan sebagai jawaban agar setiap siswa mendapatkan "porsi" belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
Kunci utama keberhasilan metode ini terletak pada pemetaan kesiapan belajar (readiness) yang akurat, sehingga guru tidak lagi mengajar secara merata (one-size-fits-all), melainkan secara personal dan berdampak.
Baca juga: Panduan Menyusun Modul P5 2026: Strategi Tema Gaya Hidup Berkelanjutan dan Bangunlah Jiwa Raganya
Berikut adalah panduan menyusun Modul Ajar Berdiferensiasi yang dilengkapi dengan teknik pengelompokan siswa secara praktis.
Langkah Menyusun Modul Ajar Berdiferensiasi Berdasarkan Kesiapan Belajar
Untuk menyusun modul yang efektif, Bapak dan Ibu guru dapat mengikuti langkah-langkah sistematis berikut ini:
Sebelum memulai materi baru, lakukan tes singkat untuk memetakan sejauh mana pemahaman awal siswa.
Hasilnya digunakan untuk membagi kelas menjadi tiga kelompok besar:
Dalam modul ajar Anda, tentukan bagian mana yang akan dibedakan:
Contoh Pengelompokan dalam Modul Ajar
Berikut adalah cuplikan rencana aktivitas dalam Modul Ajar:
| Kategori Siswa | Strategi Pembelajaran (Proses) | Instrumen Tugas |
| Paham Sebagian | Penjelasan ulang konsep dasar dengan bantuan alat peraga. | Menyelesaikan 3 soal latihan dasar. |
| Paham Seluruhnya | Diskusi kelompok untuk memecahkan studi kasus nyata. | Menganalisis masalah dan memberi solusi. |
| Sangat Mahir | Menjadi tutor sebaya atau mengerjakan proyek mandiri. | Membuat karya kreatif/proyek analisis. |
Kesimpulan untuk Guru
Pembelajaran berdiferensiasi tidak mengharuskan guru membuat 30 RPP yang berbeda untuk 30 siswa.
Cukup dengan satu modul yang memiliki variasi aktivitas, Bapak dan Ibu guru sudah memberikan hak setiap anak untuk belajar sesuai dengan kecepatannya masing-masing.***