Lipsus : Cuaca Ekstrem Terjang Sumsel, Rumah Rusak hingga Pohon Raksasa Tumbang
Slamet Teguh April 27, 2026 02:46 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pada Sabtu (25/4/2026).

Dampaknya, sedikitnya empat titik di wilayah ini dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup signifikan.

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Lubuklinggau, Suryo Amrinata, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini pihaknya telah menerima empat laporan kerusakan akibat cuaca buruk tersebut.

"Satu unit rumah dilaporkan rusak parah di Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Selain itu, terdapat pohon tumbang di Lubuklinggau Timur II, atap halte di Taman Olahraga Silampari (TOS) yang terlepas, serta kerusakan pada atap Taman Olahraga Megang (TOM)," jelas Suryo saat dihubungi Tribunsumsel.com, Minggu (26/4/2026).

Suryo menjelaskan bahwa saat ini wilayah Lubuklinggau tengah memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Kondisi ini memicu tingginya potensi cuaca ekstrem di sejumlah titik.

"Fenomena ini sering kali membawa angin kencang, puting beliung, hingga hujan dengan intensitas tinggi seperti yang terjadi kemarin," ungkapnya.

Menurut perkiraan, pola cuaca akan mulai berubah pada Mei mendatang seiring masuknya musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga Juli. "Puncak musim kemarau sendiri diperkirakan terjadi pada rentang Agustus hingga September," tambahnya.

Terkait kerawanan wilayah, Suryo menyebutkan bahwa potensi ancaman angin kencang di Lubuklinggau saat ini hampir merata. Namun, dalam beberapa hari terakhir, dampak paling sering dirasakan di Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Timur I, Timur II, dan Barat I.

"Keempat kecamatan tersebut merupakan wilayah yang paling banyak terdampak. Namun secara umum, seluruh wilayah Lubuklinggau tetap berpotensi mengalami hujan dan angin kencang intensitas tinggi," tegasnya.

Menyikapi kondisi ini, DPKPB mengimbau masyarakat Lubuklinggau untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk menebang pohon besar yang berada di lingkungan rumah jika dinilai membahayakan.

"Kami juga meminta warga untuk membersihkan aliran sungai atau selokan yang tersumbat agar tidak memicu bencana banjir saat hujan deras turun," tutupnya.

Agus Saksikan Puting Beliung Terjang Rumah

Musibah angin puting beliung yang menerjang kediaman Agus Mukjizat (32) di Blok A9, Perumahan Residence, Kelurahan Pasar I, Kecamatan Muara Enim, masih menyisakan trauma mendalam. Meski tidak menelan korban jiwa, terjangan angin tersebut merusak tempat tinggalnya dan menimbulkan kerugian material yang cukup besar.

Agus menceritakan, peristiwa pada Sabtu (25/4/2026) sore itu terjadi sangat cepat. Padahal, saat itu hujan belum turun meski langit sudah tampak mendung.

"Kejadiannya begitu cepat. Tanpa hujan, tahu-tahu datang angin kencang berputar langsung menghantam rumah. Beruntung saya dan anak saya cepat masuk ke dalam garasi sehingga tidak tertimpa material," ujar pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai masinis kereta api (KA) ini saat ditemui di kediamannya, Minggu (26/4/2026).

Sebelum kejadian, Agus sedang bersantai bersama anak bungsunya di teras rumah. Tiba-tiba, pusaran angin datang menuju ke arah hunian mereka, lalu menghempaskan atap teras serta merusak plafon ruang tengah.

"Saya melihat langsung kejadiannya dari awal sampai akhir sambil berupaya menyelamatkan diri di dalam garasi," tambahnya.

Meski durasi kejadian relatif singkat, kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. Istri Agus bahkan sempat tertimpa runtuhan plafon di dalam rumah, namun beruntung tidak mengalami cedera serius.

"Alhamdulillah kami sekeluarga selamat. Namun, jika ada bantuan dari pemerintah, kami sangat bersyukur. Minimal untuk membantu memperbaiki atap rumah supaya tidak bocor lagi," ungkapnya penuh harap.

Menanggapi musibah ini, Lurah Pasar I Muara Enim melalui Sekretaris Lurah, Nepi Yudiarsi, didampingi Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan, Nani Winarni, membenarkan adanya laporan kerusakan di wilayah tersebut.

"Benar, salah satu warga kami tertimpa musibah angin puting beliung kemarin sore. Alhamdulillah tidak ada korban luka, hanya kerugian material," jelas Nepi.

Pihak kelurahan memastikan akan segera menginventarisasi tingkat kerusakan untuk dilaporkan kepada pimpinan dan instansi terkait. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait," pungkasnya.

Baca juga: Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Burai Ogan Ilir, Tutup Badan Jalan Hingga Arus Listrik Terganggu

Baca juga: Angin Kencang Terjang Lubuklinggau, Rumah Hancur, Pohon Tumbang Hingga Taman Olahraga Megang Rusak

Akses Jalan Desa Burai Sempat Lumpuh

Angin kencang yang menerjang wilayah Kabupaten Ogan Ilir menyebabkan sebatang pohon besar tumbang di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Sabtu (25/4/2026) malam. Insiden ini mengakibatkan akses jalan terputus dan gangguan aliran listrik di wilayah tersebut.

Menurut informasi warga, pohon dengan ketinggian sekitar 25 meter tersebut tumbang hingga menutupi seluruh badan jalan dan menimpa jaringan kabel listrik milik PLN.

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi segera bahu-membahu bersama warga untuk mengevakuasi material pohon yang merintangi jalan.

"Akibat kejadian ini, satu kabel induk listrik putus dan terdapat kerusakan pada tiang listrik karena tertimpa batang pohon," ujar Kasi Humas Polres Ogan Ilir, Kompol Herman Ansori, saat dikonfirmasi pada Minggu (26/4/2026).

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut lantaran kondisi lalu lintas sedang lengang saat pohon ambruk. Meski demikian, arus kendaraan sempat mengalami kemacetan sebelum proses evakuasi selesai dilakukan.

"Setelah batang pohon dipotong dan dibersihkan dari badan jalan, arus lalu lintas kini telah kembali lancar," terang Herman.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak PLN untuk segera menangani kabel listrik yang putus serta tiang yang patah agar distribusi listrik ke masyarakat kembali normal," pungkas Herman.

Petugas DLH Kewalahan Evakuasi Kapuk Raksasa

Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur sebagian wilayah Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (25/4/2026) siang, memicu serangkaian insiden pohon tumbang. Cuaca ekstrem ini menyebabkan akses jalan di sejumlah titik dalam kota terblokir total.

Kepanikan sempat melanda warga di Kelurahan Sidakersa saat sebuah pohon kapuk berukuran raksasa ambruk. Pohon yang diyakini telah berusia puluhan tahun tersebut tumbang melintang dan menutup akses utama jalan kota.

Besarnya diameter batang pohon membuat petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten OKI kewalahan dalam proses evakuasi. Pegawai DLH OKI, Rosmawati, menjelaskan bahwa timnya langsung diterjunkan ke lokasi dengan membawa gergaji mesin (chainsaw) sesaat setelah menerima laporan.

"Petugas sudah mulai memotong ranting dan batang pohon kapuk tersebut agar jalan bisa segera dilalui kembali oleh masyarakat," ujar Rosmawati saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026) sore.

Ia menambahkan, proses evakuasi diprediksi memakan waktu cukup lama karena ukuran pohon yang luar biasa besar. Petugas terpaksa melakukan pemotongan secara bertahap untuk membersihkan material kayu dari badan jalan.

"Sebenarnya pohon kapuk ini sudah sering kami pangkas secara rutin, namun tetap tumbang akibat cuaca ekstrem. Kami upayakan proses evakuasi selesai sore ini," imbuhnya.

Satu Pengendara Motor Terluka

Teror pohon tumbang di Kayuagung hari ini tidak hanya melumpuhkan arus lalu lintas, tetapi juga memakan korban. Berdasarkan data yang masuk ke DLH OKI, musibah serupa terjadi di jalan poros Kelurahan Sukadana ujung yang mengarah ke Jalan Laut. Di lokasi tersebut, sebatang pohon tumbang menghantam seorang warga yang sedang berkendara.

"Di Kelurahan Sukadana, pohon tumbang menyebabkan seorang pengendara sepeda motor mengalami luka-luka," ungkap Rosmawati.

Selain itu, ancaman serupa juga terjadi di kawasan padat penduduk, tepatnya di Jalan Guru-guru. Lokasi pohon yang tumbang dilaporkan sangat dekat dengan pemukiman warga sehingga meningkatkan risiko kerusakan bangunan.

Mengingat banyaknya titik kejadian, Rosmawati menyebut tim evakuasi harus bekerja ekstra keras dan bergerak secara bergiliran. Saat ini, prioritas penanganan difokuskan pada pohon kapuk raksasa di Kelurahan Sidakersa guna memulihkan akses jalan utama.

"Penanganan di Sukadana akan dilakukan segera setelah proses evakuasi di depan Kelurahan Sidakersa selesai," pungkasnya..(tim)

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.