Pengurus JMSI Bengkulu 2025–2030 Resmi Dilantik, Ketua Umum Soroti Bahaya AI dan Hoaks
Rita Lismini April 27, 2026 03:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu periode 2025–2030 resmi dilantik di Hotel Mercure Bengkulu pada Senin (27/4/2026).

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga mars JMSI, kemudian dilanjutkan dengan pelantikan serta pengambilan sumpah pengurus JMSI yang baru.

Dalam pelantikan ini turut hadir Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu Teuku Zulkarnain, Asisten III Setda Provinsi Bengkulu Nandar Munadi, serta perwakilan dari unsur Forkopimda Bengkulu.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi JMSI Bengkulu untuk memperkuat peran media siber di tengah tantangan disrupsi teknologi digital yang semakin kompleks.

Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, dalam sambutannya menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), yang dinilai membawa dampak besar terhadap dunia informasi.

“Perkembangan teknologi digital seakan berjalan tanpa rem. Artificial intelligence dan berbagai tools generatif kini sudah ada di genggaman setiap individu,” ungkap Teguh dalam sambutannya di Hotel Mercure, Kota Bengkulu, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, saat ini siapa pun dapat memproduksi konten berupa teks, gambar, suara, hingga video yang sulit dibedakan antara yang asli dan rekayasa.

Menurutnya, kondisi ini memicu fenomena post-truth, di mana keyakinan sering kali lebih dipercaya dibandingkan fakta.

“Ini yang disebut sebagai disrupsi. Informasi bercampur antara yang benar dan tidak. Hoaks menjadi lebih meyakinkan, fitnah lebih halus, dan pembelahan semakin dalam,” jelas Teguh.

Teguh menegaskan, di tengah banjir informasi tersebut, peran pers menjadi semakin penting untuk menjaga kualitas dan akurasi informasi di ruang publik.

Sementara itu, Ketua JMSI Provinsi Bengkulu, Dedi Hardiansyah Putra, menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi awal untuk menyusun program kerja organisasi ke depan.

“Alhamdulillah hari ini telah terlaksana pelantikan pengurus daerah JMSI periode 2025–2030. Kegiatan ini juga kita sandingkan dengan seminar HAM,” kata Dedi.

Ia menambahkan, isu HAM akan menjadi salah satu fokus utama dalam program kerja JMSI Bengkulu.

Selain itu, JMSI juga akan mendorong pertumbuhan industri media di tengah tantangan ekonomi saat ini.

“Kami akan menyusun program kerja berbasis HAM, sekaligus mendorong bagaimana industri media bisa tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Dedi juga mengungkapkan rencana kolaborasi dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun sektor swasta, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek, serta perbankan Himbara.

“Insyaallah dalam satu tahun ke depan, kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat perusahaan media agar bisa berkembang lebih baik,” tutupnya.
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.