Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pesawaran mengungkap jemaah calon haji ( JCH) yang mengalami hipertensi mayoritas dari kelompok lanjut usia ( lansia).
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pesawaran, Chris Manurung mengungkapkan adanya 40 JCH tahun 2026 yang menderita hipertensi.
Jumlah tersebut 30,3 persen dari total jemaah calon haji tahun 2026 mencapai 128 orang.
Sedangkan dari 40 JCH yang terdeteksi hipertensi, sejumlah 75 persen atau 30 orang berusia di atas 60 tahun. Sisanya 25 persen berusia di bawah 60 tahun.
Menurut Chris, sejumlah faktor risiko yang memicu hipertensi antara lain usia lanjut, riwayat keluarga, pola makan tinggi garam, kurang istirahat, kelelahan, stres, obesitas, kebiasaan merokok, hingga dehidrasi.
Baca juga: BKK Panjang Ingatkan JCH Soal Cuaca di Tanah Suci, Sekarang Panas
Meski demikian, jemaah dengan hipertensi tetap diperbolehkan berangkat ke Tanah Suci dengan syarat tertentu.
“Pada prinsipnya, JCH dengan hipertensi tetap dinyatakan layak terbang selama tekanan darah terkontrol di bawah 140/90 mmHg, tidak dalam kondisi krisis, dan mendapat rekomendasi laik terbang dari tim kesehatan,” tegasnya, Senin (27/4/2026).
Untuk menjaga kondisi JCH tetap stabil, Dinas Kesehatan telah menyiapkan sejumlah langkah intervensi, di antaranya pembinaan kebugaran melalui puskesmas serta pemantauan rutin melalui grup komunikasi jemaah.
“Kami juga mengingatkan jemaah untuk rutin minum obat dan memeriksa tekanan darah minimal dua kali dalam seminggu,” tambahnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk memastikan kesiapan kesehatan jemaah sebelum keberangkatan.
“Jemaah dengan hipertensi wajib membawa obat selama perjalanan dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan,” ujarnya. (Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya)