Daftar Pemain Kunci Absen Di Derbi Jatim Arema vs Persebaya Surabaya
Wiwit Purwanto April 27, 2026 06:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA  - Derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Selasa (28/4/2026), akan berlangsung tanpa sejumlah pemain kunci.

Absennya nama-nama penting diprediksi memengaruhi strategi kedua tim

Arema FC harus kehilangan beberapa penggawa utama. Achmad Maulana masih menepi akibat cedera ACL yang dialaminya sejak awal musim.

Luiz Gustavo juga belum bisa dimainkan karena cedera panjang yang membuatnya absen sejak paruh pertama kompetisi.

Absennya dua pemain tersebut membuat lini tengah Arema harus beradaptasi. Pelatih Marcos Santos harus menyiapkan opsi rotasi dengan menurunkan pemain muda yang sudah mulai mendapat menit bermain.

Baca juga: Arema FC Tantang Persebaya, Marcos Santos Ingatkan Pemain Hati-hati 

Di sisi Persebaya, kiper utama Ernando Ari diprediksi masih akan menepi karena cedera engkel. Posisi penjaga gawang kemungkinan besar akan diisi oleh Andhika Ramadhani.

Selain itu, gelandang asal Portugal Pedro Matos harus absen karena akumulasi kartu kuning. Kehilangan Matos membuat Bernardo Tavares harus mengubah komposisi lini tengah.

Kapten Bruno Moreira juga masih belum bisa diturunkan. Winger asal Brasil itu sudah tidak bermain sejak pekan ke-26 melawan Persita Tangerang.

Absennya Bruno Moreira membuat lini serang Persebaya harus lebih kreatif. Gali Freitas diprediksi akan menjadi pengganti di sektor sayap.

Kondisi ini membuat kedua tim harus menyiapkan strategi berbeda. Absennya pemain kunci akan menjadi ujian bagi kedalaman skuad masing-masing.

Baca juga: Derbi Jatim Arema vs Persebaya, Catatan Rivalitas Memanas Bajol Ijo Dominan

Derbi Jatim kali ini bukan hanya soal rivalitas, tetapi juga tentang bagaimana kedua tim mampu beradaptasi dengan keterbatasan.

Statistik dan Head to Head

Statistik menunjukkan Persebaya lebih unggul di klasemen dengan 45 poin, sementara Arema tertahan di posisi ke-10 dengan 39 poin.

Persebaya mencatat enam kemenangan dari 14 laga terakhir, sedangkan Arema meraih tujuh kemenangan dari 17 pertandingan.

Head to Head memperlihatkan dominasi Bajol Ijo. Dalam tujuh pertemuan terakhir, Persebaya mencatat empat kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan.

Arema terakhir kali menang atas Persebaya pada 15 Agustus 2019 dengan skor telak 4-0 di Kanjuruhan.

Pertemuan terakhir pada 22 November 2025 berakhir imbang 1-1 di Gelora Bung Tomo. Gol Persebaya dicetak Bruno Moreira, sementara Arema mendapat keuntungan dari gol bunuh diri Dime Dimov.

Baca juga: Arema FC Siap Balas Dendam Lawan Persebaya, Tekad Akhiri Kutukan 10 Pertemuan  

Pelatih Marcos Santos menegaskan bahwa timnya ingin mengakhiri catatan buruk tersebut.

“Kami tahu ini adalah laga klasik. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk mengalahkan lawan,” katanya.

Bernardo Tavares menilai rivalitas ini selalu menghadirkan tekanan besar.

“Derbi Jatim bukan sekadar pertandingan. Ini soal kebanggaan, dan kami harus tampil maksimal,” ujarnya.

Statistik juga menunjukkan Persebaya lebih konsisten di kandang, sementara Arema lebih sering kesulitan saat bermain tandang.

Namun, Arema membawa modal positif dengan empat laga terakhir tanpa kekalahan. Mereka menahan imbang Persib Bandung 0-0 di GBLA, hasil yang memberi kepercayaan diri tambahan.

Persebaya juga memiliki modal kemenangan atas Malut United dengan skor 2-0. Gol Milos Raickovic dan Francisco Rivera menjadi penentu kemenangan.

Dengan catatan tersebut, laga kali ini diprediksi berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama membawa ambisi besar untuk meraih tiga poin.

Derbi Jatim di Bali akan menjadi panggung rivalitas yang kembali menguji mental dan kualitas kedua tim.

Kondisi Persebaya dan Arema Terbaru

Persebaya datang dengan kepercayaan diri setelah menang atas Malut United. Milos Raickovic tampil gemilang dengan mencetak gol dan dinobatkan sebagai Man of The Match.

Francisco Rivera menegaskan perannya sebagai kapten dengan gol penutup kemenangan. “Kami cukup puas, tetapi kami harus tetap bekerja keras hingga akhir,” katanya.

Arema FC juga memiliki modal positif. Mereka sukses menahan imbang Persib Bandung 0-0 di GBLA, hasil yang memberi kepercayaan diri tambahan.

Marcos Santos menegaskan bahwa timnya akan tampil lebih agresif. “Berbeda saat menghadapi Persib, kami bermain bertahan. Kali ini kami akan lebih menyerang,” ujarnya.

Skuad Arema dijadwalkan berangkat lebih awal ke Bali untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan dan lingkungan sekitar.

Persebaya diuntungkan dengan situasi netral tanpa tekanan besar dari suporter tuan rumah. Bajol Ijo bisa tampil lebih lepas dan percaya diri.

Suporter Bonek menaruh harapan besar agar tim bisa mencuri poin. Dukungan moral dari Surabaya diharapkan mampu mengangkat semangat pemain.

Absennya beberapa pemain membuat laga ini semakin menarik. Kedalaman skuad akan diuji dalam pertandingan penuh gengsi.

Dengan kondisi skuad yang mulai bangkit, Bajol Ijo optimistis menghadapi laga klasik ini.

Derbi Jatim di Bali dipastikan kembali sarat gengsi, menjadi panggung rivalitas dua tim besar Jawa Timur.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.