TRIBUNSUMSEL.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet pada sore hari ini, Senin (27/4/2026), di Istana Negara, Jakarta.
Keenam tokoh yang dilantik merupakan figur berpengalaman, mulai dari aktivis buruh hingga penasihat khusus presiden.
Dalam reshuffle kali ini, terdapat pergeseran posisi pada beberapa kementerian dan lembaga.
Diketahui Jumhur Hidayat dipercaya menjadi Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Di sisi lain, Hanif Faisol kini menduduki posisi sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan setelah sebelumnya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup.
Sementara itu, Dudung Abdurachman yang sebelumnya menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional, kini dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Ia menggantikan M. Qodari yang berpindah tugas menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Terakhir, Hasan Nasbi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, dan Abdul Kadir Karding resmi menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Salah satu tokoh yang pernah di copot dari jabatannya yakni Abdul Kadir Karding yang menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Dudung Abdurachman lahir pada 19 November 1965 di Bandung, Jawa Barat. Ia merupakan putra pasangan Nasuha dan Nasyati yang bekerja di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi. Dudung menamatkan pendidikan menengah di SMAN 9 Bandung pada 1985 sebelum akhirnya masuk ke Akademi Militer (Akmil).
Lulusan Akmil 1988 ini memiliki karier militer yang cemerlang. Ia pernah menjabat sebagai Pangdam Jaya, Panglima Kostrad, hingga puncaknya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 2021-2023. Sosoknya dikenal tegas, terutama saat memerintahkan penurunan baliho ormas yang dinilai mengganggu ketertiban umum di Jakarta.
M. Qodari adalah pengamat politik dan peneliti kelahiran Palembang, 15 Oktober 1973. Ia menempuh pendidikan Psikologi Sosial di Universitas Indonesia, lalu melanjutkan S2 di University of Essex, Inggris, dan meraih gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2016.
Ia merupakan pendiri lembaga riset Indo Barometer pada 2006. Selain aktif sebagai konsultan politik, Qodari juga sempat menjabat di jajaran komisaris BUMN sebelum akhirnya masuk ke lingkaran pemerintahan sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 2025.
Lahir di Bojonegoro pada 21 Maret 1971, Hanif adalah seorang birokrat tulen di bidang kehutanan. Ia mengenyam pendidikan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Universitas Brawijaya. Kariernya dimulai dari bawah sebagai staf di Kalimantan Selatan hingga menjadi Dirjen PKTL di Kementerian LHK. Pada 2024, ia sempat menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sebelum posisi tersebut kini diisi oleh Jumhur Hidayat.
Jumhur Hidayat lahir di Bandung, 18 Februari 1968. Ia dikenal sebagai aktivis pergerakan sejak mahasiswa di ITB. Namanya melejit saat menjabat sebagai Kepala BNP2TKI di era Presiden SBY (2007-2014). Sebagai tokoh buruh, saat ini ia menjabat sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan dikenal vokal menyuarakan hak-hak pekerja.
Politisi senior PKB ini lahir di Donggala, 25 Maret 1973. Karding merupakan alumnus Universitas Diponegoro (UNDIP) yang memiliki pengalaman panjang di legislatif, baik sebagai anggota DPRD Jawa Tengah maupun DPR RI selama tiga periode. Sebelum dilantik menjadi Kepala Badan Karantina, ia pernah menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (2024-2025).
Hasan Nasbi adalah konsultan politik asal Bukittinggi kelahiran 1979. Alumnus Ilmu Politik Universitas Indonesia ini merupakan pendiri Cyrus Network.
Namanya mulai dikenal luas saat menjadi konsultan politik pasangan Jokowi-Ahok pada Pilkada Jakarta 2012. Pada Pilpres 2024, ia berperan aktif sebagai juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com