BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Sebuah ruang kelas di SDN Binuang 10 yang berada di Dusun Cempaka, Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, ambruk dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar, Senin (27/4/2026).
Peristiwa tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas belajar mengajar, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga yang berada tepat di samping bangunan sekolah.
Kepala SDN Binuang 10, Yani, mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan kembali ruang kelas yang rusak agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
“Harapan kami secepatnya bisa dibangun kembali, supaya anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komite SDN Binuang 10, Pahrudin, menyebutkan bahwa rencana anggaran biaya (RAB) untuk rehabilitasi ruang kelas tersebut sebelumnya sudah pernah ia lihat, dengan estimasi mencapai sekitar Rp 380 juta.
Baca juga: Ambruknya Gedung SDN Binuang 10, Wabup Tapin Akui Bangunan Sudah Miring dan Tidak Layak
Menurutnya, ambruknya bangunan ruang kelas tersebut sempat menimpa bagian samping rumah warga yang bertetangga dengan sekolah.
Akibatnya, sejumlah perabotan rumah tangga dan barang pecah belah milik warga dilaporkan mengalami kerusakan.
“Saya masih menunggu laporan kerusakan dari pemilik rumah yang bertetangga dengan sekolah yang saat ini sedang tidak berada di tempat,” jelas Pahrudin.
Dia menambahkan, dirinya akan berperan sebagai mediator antara pihak sekolah dan pemilik rumah yang terdampak guna mencari solusi terkait penggantian kerugian.
“Saya diminta pihak sekolah untuk menjadi mediator dengan pemilik rumah yang terdampak untuk mengganti kerugian yang dialami warga,” katanya.
Pahrudin juga mengaku sebenarnya sudah memperkirakan potensi kejadian tersebut sejak awal tahun.
Bahkan, ia sempat menyampaikan kekhawatiran itu saat kunjungan pimpinan daerah pada Januari 2026 lalu.
“Saya sudah sampaikan waktu itu, kalau tidak segera diperbaiki bisa berdampak. Ternyata dugaan saya benar, saat ambruk ruang kelas itu menimpa rumah tetangga. Untungnya hanya di bagian samping rumah saja,” pungkasnya.
Hingga kini, pihak sekolah dan komite masih menunggu langkah cepat dari pemerintah daerah untuk penanganan lebih lanjut, termasuk pembangunan kembali ruang kelas yang ambruk demi keselamatan dan kenyamanan siswa. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)