Renungan Harian Katolik Senin 27 April 2026, "Memberikan Nyawa bagi Domba"
Eflin Rote April 27, 2026 10:19 AM

Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar, SVD
Biara Soverdi St. Josef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor NTT
Senin, 27 April 2026
Hari biasa Pekan IV Paskah
Kis. 11:1-18; Mzm. 42:2-3; 43:3,4; Yoh. 10:11-18
Warna Liturgi Putih

Memberikan Nyawa bagi Domba

Dalam Yohanes 10:11-18, Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai Gembala yang baik yang memberikan nyawa-Nya untuk domba-domba-Nya. Kasih dan pengorbanan-Nya yang luar biasa bagi umat manusia.

Sebagai Gembala yang baik, Yesus tidak hanya memimpin kita, tetapi juga rela memberikan segalanya untuk menyelamatkan kita. 

Pertama, Kasih yang Tidak Terbatas. Gembala pada zaman Yesus adalah sosok yang sangat penting bagi kawanan domba.

Gembala bertanggungjawab untuk menjaga, merawat, dan melindungi domba-dombanya dari bahaya. Namun, yang membedakan Yesus sebagai Gembala yang baik adalah pengorbanan-Nya.

Dia tidak hanya memberi makan atau membimbing, tetapi Dia memberikan nyawa-Nya untuk domba-domba-Nya. Kasih Yesus bagi kita sangat dalam dan tidak terbatas. 

Gembala “memberikan nyawanya untuk domba-dombanya". Ini bukan sekadar pengorbanan biasa; ini adalah pengorbanan yang total, di mana Yesus memberikan hidup-Nya agar kita selamat.

Dia tidak takut akan bahaya, tidak terintimidasi oleh ancaman, karena kasih-Nya lebih besar daripada segala sesuatu yang bisa mengancam kita.

Kedua, Mengapa Yesus Memberikan Nyawa-Nya? Yesus tidak hanya berbicara tentang pengorbanan-Nya, tetapi juga menjelaskan alasan di balik pengorbanan tersebut.

Dalam ayat 15, Dia berkata, "Justru seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, demikian juga Aku memberikan nyawa-Ku untuk domba-domba-Ku."

Kasih yang sempurna, seperti yang dimiliki oleh Yesus dan Bapa, adalah dasar dari pengorbanan-Nya. Yesus tahu bahwa tanpa pengorbanan-Nya, domba-domba-Nya, kita, tidak dapat diselamatkan dari dosa dan kematian.

Yesus mengerti bahwa jalan keselamatan hanya bisa melalui-Nya. Itulah sebabnya Dia rela mengorbankan hidup-Nya di kayu salib. Itu adalah jalan yang paling sulit dan penuh penderitaan, tetapi itu adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan kita dari maut yang kekal.

Ketiga, Domba yang Tahu Suara Gembala. Yesus juga menggambarkan hubungan yang sangat erat antara Gembala dan domba-Nya.

Dalam ayat 14, Yesus berkata, "Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku." Ini menunjukkan bahwa domba yang sejati, yang telah menerima kasih dan pengorbanan Yesus, akan mengenal suara-Nya.

Mereka akan mendengar dan mengikuti-Nya dengan penuh percaya. Suara-Nya membawa kedamaian, arah yang benar, dan kehidupan yang abadi. Sebagai umat-Nya, kita dipanggil untuk mengenal suara Yesus, yaitu melalui firman-Nya yang tertulis dan melalui karya Roh Kudus
dalam hidup kita. 

Apakah kita mendengarkan suara-Nya dengan penuh perhatian? Apakah kita mau mengikuti-Nya, bahkan ketika itu membawa kita melalui lembah kekelaman?

Keempat, Pengorbanan yang Membebaskan. Yesus dengan jelas menyatakan bahwa Dia datang untuk memberikan hidup yang lebih baik bagi domba-domba-Nya (Yohanes 10:10). Namun, untuk memberikan hidup yang lebih baik itu, Yesus harus melalui pengorbanan yang luar biasa.

Pengorbanan-Nya membuka jalan bagi kita untuk menerima hidup yang lebih kekal, yang tidak bisa didapatkan oleh usaha manusia. Setiap kali kita merenungkan salib, kita diingatkan bahwa pengorbanan Yesus bukanlah tindakan yang sia-sia. Melalui salib, kita menerima kasih yang
mengubah hidup kita.

Kasih yang memberi kita harapan, kehidupan baru, dan kedamaian dengan Tuhan. Dia memberi nyawa-Nya agar kita dapat memiliki hidup yang sejati, hidup yang lebih daripada apa pun yang dunia tawarkan.

Bahan refleksi: Sebagai domba-domba-Nya, kita dipanggil untuk meresponi pengorbanan-Nya dengan hidup yang setia, taat, dan penuh kasih.

Kita tidak hanya mengandalkan kasih-Nya, tetapi juga berusaha untuk hidup sesuai dengan panggilan-Nya. Apakah kita siap untuk mengenal dan mengikuti suara Gembala yang baik?

Apakah kita sudah memberi diri kita sepenuhnya kepada-Nya, seperti Dia yang telah memberikan segalanya untuk kita?

Marilah kita merenungkan kasih yang tidak terhingga dari Gembala kita, yang memberikan nyawa-Nya untuk menyelamatkan kita. Kita terus hidup dalam pengajaran-Nya, mengenal-Nya lebih dalam, dan mengikuti-Nya dalam setiap langkah hidup kita.

Doa: Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih-Mu yang luar biasa, yang memberikan nyawa-Mu bagi kami. Ajar kami untuk selalu mendengarkan suara-Mu dan mengikuti jalan-Mu. Berikan kami hati yang setia dan hidup yang memuliakan nama-Mu...Amin.

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Senin Pekan IV Paskah. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. (Pastor John Lewar SVD)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.