Pedagang Sayur Naik Haji, Adna Menabung Uang Koin sampai 6 Ember Demi ke Tanah Suci
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 27, 2026 10:19 AM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika orang memiliki niat dan mau berusaha. Kalimat tersebut pas untuk Adna Yusri (58) pedagang sayuran yang naik haji.

Warga Dusun Merbau Pendek, Desa Karang Jaya, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan ini bisa berangkat haji meski hanya sebagai penjual sayuran.

Ternyata Adna memang mempunyai tekad untuk dapat melaksanakan rukun Islam kelima, sehingga menyisikan sedikit demi sedikit dari penghasilannya.

Adna mulai menabung uang koin mulai dari Rp 500 dan Rp 1000 setiap hari untuk mewujudkan cita-citanya. Uang yang dinilai sangat kecil tersebut ternyata bisa membawa Adna terbang ke Tanah Suci.

Itu berkat ketelatenan dan kesabaran Adna menabung uang receh. Selama kurang lebih 20 tahun Adna mengumpulkan uang receh di dalam ember.

Baca juga: Pesan Gubernur Mirza saat Melepas 445 JCH Bandar Lampung Berangkat ke Tanah Suci

Uang receh yang disisihkan dari hasil jualan sayuran itu sampai terkumpul enam ember. Setelah ditotal nilainya mencapai Rp 35 juta.

"Alhamdulillah, berkat mengumpulkan uang koin puluhan tahun, dan atas izin Allah, saya berangkat ibadah haji tahun ini," kata Adna saat ditemui di kediamannya, Sabtu (25/4/2026) siang.

Ketika itu Adna ditemani istri tercinta, Haljariyah (54), tampak menata sayuran dagangan di depan rumah. 

Sementara sepeda motor Honda Revo hitam yang digunakan untuk mengangkut dagangan diparkir di garasi rumah.

Adna mengaku telah menyisihkan uang dari hasil jual sayuran sejak 20 tahun silam. Jadi setiap pulang dari pasar, Adna meletakkan uang seadanya di ember. Ada Rp 1.000 dan Rp 500, dan ada uang logam kuning

"Alhamdulillah, berkat mengumpulkan uang koin puluhan tahun, dan atas izin Allah, saya berangkat ibadah haji tahun ini," kata Adna.

Kesabarannya pun membuahkan hasil. Ketika waktu pelunasan biaya haji tiba, Adna datang membawa tabungan yang tak biasa.

Uang jerih payahnya memenuhi enam ember, yang didominasi koin pecahan Rp 1.000. Enam ember koin itu menjadi saksi bisu perjalanan panjang seorang pedagang sayur keliling dalam mengejar impiannya.

Tahun ini, penantian Adna akhirnya berakhir. Namanya tercatat sebagai jemaah calon haji asal Lampung Selatan. Ia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 5 Mei 2026.

Rasa haru tak bisa disembunyikan dari wajahnya. Bertahun-tahun menabung, kini ia tinggal menghitung hari menuju keberangkatan ke Tanah Suci.

"Saya tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Dari jual sayur keliling, saya kumpulkan sedikit demi sedikit. Ini semua karena doa dan kesabaran," ujarnya.

Namun, kebahagiaan itu belum sepenuhnya lengkap. Sang istri, Haljariyah, yang setia mendampinginya selama ini belum bisa berangkat bersama karena keterbatasan biaya.

Meski begitu, Haljariyah tetap melepas sang suami dengan penuh keikhlasan. Doa terus dipanjatkan agar kelak ia juga diberi kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.

"Saya berharap suatu hari istri saya juga bisa menyusul," tutur Adna.

Perjalanan Adna Yusri menuju Tanah Suci bukan hanya tentang ibadah haji. Ini adalah cerita tentang ketekunan yang dirawat selama dua dekade, tentang mimpi yang dijaga dalam keterbatasan, dan tentang harapan yang tak pernah padam.

Adna bersyukur karena mendapat dukungan besar dari keluarga untuk menunaikan rukun iman kelima tersebut.

Sejak awal ia memang berniat menyisihkan sebagian penghasilannya untuk pergi haji. Namun, niat mulianya bukan tanpa kendala. 

"Banyak sekali rintangannya. Waktu anak-anak masih kecil, uang sering terpakai untuk bayar SPP, anak mondok, sampai membeli buku sekolah," bebernya. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.