SURYA.co.id, JOMBANG - Memperingati Harlah ke-92, GP Ansor menggelar napak tilas perjuangan para pendiri NU lewat perjalanan bersepeda sejauh 130 kilometer dari Bangkalan, Madura hingga finish di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Minggu (26/4/2026) malam.
Kegiatan bertajuk 'Satukan Energi Pemuda Indonesia' ini dimaknai sebagai upaya mengenang perjuangan para muassis NU dengan menghubungkan dua lokasi penting.
Yaitu makam Syaikhona Kholil di Bangkalan dan makam KH Wahab Hasbullah di Jombang.
Rangkaian acara diawali dengan ziarah ke makam Syaikhona Kholil.
Momentum tersebut dimanfaatkan peserta untuk memperkuat sisi spiritual sebelum memulai perjalanan panjang.
Baca juga: Sosok Hariono, Pedagang Asongan Jombang Jemput Mimpi Naik Haji Setelah Menabung 29 Tahun
Syaikhona Kholil dikenal sebagai guru para pendiri NU, sementara KH Wahab Hasbullah merupakan tokoh penting dalam sejarah berdirinya GP Ansor.
Penanggung jawab kegiatan bersepeda Pengurus Pusat GP Ansor, Afendi, mengatakan napak tilas ini bertujuan mengingat kembali perjuangan para pendahulu.
"Kegiatan ini diawali dengan ziarah agar peserta mendapatkan penguatan spiritual sekaligus meneladani para muassis NU," ucapnya dalam keterangan yang dikirimkan pada SURYA.co.id, pada Senin (27/4/2026).
Sekitar 250 peserta dilepas dari Bangkalan oleh Ketua Umum PP GP Ansor.
Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari kader Ansor, kiai, komunitas sepeda, hingga perwakilan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) sebagai bentuk kebersamaan lintas organisasi.
Perjalanan tidak berlangsung mudah. Selain jarak yang cukup jauh, rombongan juga sempat diguyur hujan di sejumlah titik.
Dari ratusan peserta, sekitar 40 orang berhasil menuntaskan rute hingga mendekati garis akhir di Kabupaten Jombang.
Sepanjang perjalanan, peserta melintasi sejumlah wilayah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Gresik, Mojokerto, hingga finish di Jombang.
Panitia menyiapkan enam pos utama dan enam pos bayangan untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Di Jombang, panitia lokal turut melakukan persiapan penyambutan.
Ketua Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Jombang, Taufiqi Fakkarudin Assilahi atau Gus Fiqi, menyebut koordinasi dengan panitia pusat telah dilakukan sejak awal, termasuk penyediaan titik istirahat bagi peserta sebelum memasuki lokasi puncak acara.
"Ada sekitar 100 anggota GP Ansor Kabupaten Jombang dikerahkan untuk menyambut sekaligus mengawal rombongan hingga garis finis di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang," katanya saat dikonfirmasi.
Rombongan memulai perjalanan sejak Minggu (26/4/2026) pukul 06.00 WIB dan tiba di lokasi finis sekitar pukul 19.55 WIB, dengan total waktu tempuh kurang lebih 14 jam.
"Setibanya disini (Jombang) kami menyambut rombongan dengan tangan terbuka dan hangat. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kebanggaan kita berseragam Ansor dan NU," ungkapnya.
Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin dalam sambutannya menegaskan kegiatan ini bukan sekadar olahraga.
Namun sebagai pengingat bahwa para muassis NU dulu pernah melakukan perjuangan yang lebih berat dalam membentuk, menjaga dan merawat NU maupun Ansor.
"Sepeda hanyalah sarana. Intinya adalah ziarah dan napak tilas perjuangan para muassis NU. Semoga kita sebagai penerus mendapatkan rida dalam menjalankan organisasi di semua tingkatan," jelas Addin dalam sambutannya.
Kegiatan gowes napak tilas ini merupakan agenda tahunan PP GP Ansor yang telah memasuki tahun keempat.
Jarak tempuhnya terus bertambah setiap tahun, dari 92 kilometer, 98 kilometer, hingga kini mencapai 130 kilometer, sejalan dengan tema besar yang diangkat tahun ini, 'Bersatu, Berperan untuk Negeri'.