Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sikka menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka, NTT, Senin (27/4/2026), untuk mendesak penuntasan kasus dugaan korupsi proyek pipanisasi Perumda Wair Pu’an.
Massa yang datang bersama kelompok Tim 9 (Suara Rakyat untuk Keadilan) menuntut kepastian hukum atas kasus yang disinyalir merugikan negara sebesar Rp 6,75 miliar tersebut karena dinilai mandek selama lima tahun terakhir.
Dalam aksinya, GMNI Sikka memberikan lima tuntutan terkait kasus ini.
Ketua DPC GMNI Sikka, Wilfridus Iko, menyatakan bahwa pihaknya menuntut APH agar segera meningkatkan status perkara proyek pipanisasi air minum tersebut ke tahap penyidikan.
"Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera meningkatkan status perkara dugaan korupsi Perumda Wair Pu’an ke tahap penyidikan tanpa alasan yang dibuat-buat," ujar Wilfridus Iko, dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin sore.
Pantauan di lokasi, massa aksi jalan kaki dari Sekretariat GMNI di Kelurahan Kota Baru menuju Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka. Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Sikka.
Lima Tuntutan GNI Sikka terhadap Kejari Sikka:
1. Segera Naik ke Penyidikan
Mendesak aparat penegak hukum untuk segera meningkatkan status perkara dugaan korupsi Perumda Wair Pu’an ke tahap penyidikan tanpa alasan yang dibuat-buat.
2. Keterbukaan Informasi (SP2HP)
3. Kecam Ketidakseriusan APH
Mengecam segala bentuk pembiaran, ketidakseriusan, dan praktik-praktik yang berpotensi melemahkan proses penegakan hukum di Kabupaten Sikka.
4. Menjaga Independensi
Mengingatkan aparat penegak hukum agar tetap terikat pada prinsip profesionalitas, independensi, dan integritas, serta tidak tunduk pada kepentingan kekuasaan.
5. Ancaman Aksi Lanjutan.
Sumber : GMNI Sikka.