Hari Otonomi Daerah 2026, Bupati Solok Selatan Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Pusat-Daerah
Rezi Azwar April 27, 2026 01:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN – Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026 menjadi babak baru bagi perjalanan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

Acara yang berlangsung khidmat pada Senin (27/4/2026) pagi tersebut, dipusatkan di halaman Kantor Bupati Solok Selatan dengan dihadiri oleh seluruh elemen penting pemerintahan.

Bupati Solok Selatan, Khairunas, bertindak langsung sebagai inspektur upacara guna memimpin momentum refleksi tiga dekade pelaksanaan otonomi di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Khairunas menegaskan bahwa otonomi daerah bukan sekadar pembagian kewenangan, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk menciptakan kesejahteraan yang merata.

Baca juga: Pemkab Solsel Klaim Angka Pengangguran Turun Berkat Membaiknya Iklim Investasi

Kehadiran jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh-tokoh organisasi wanita seperti PKK, GOW, dan IKA menambah kekhidmatan prosesi upacara.

Tak hanya itu, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, hingga jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan yang menjadi titik balik evaluasi kinerja daerah.

Saat membacakan amanat dari Menteri Dalam Negeri, Bupati Khairunas memberikan sorotan tajam pada aspek sinkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada seberapa harmonis gerak langkah kebijakan yang diambil di tingkat kabupaten dengan visi besar di Jakarta.

"Otonomi daerah harus dijalankan dengan napas sinergi. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri jika ingin mencapai target pembangunan yang berdampak luas," tegas Khairunas di hadapan peserta upacara.

Baca juga: Buntut Tragedi di Embung Lasuang Batu, BPBD Solsel Petakan Titik Rawan untuk Pasang Papan Edukasi

Tema peringatan tahun ini, yakni "Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita", dinilai sangat relevan dengan tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis.

Khairunas menjelaskan bahwa kemandirian daerah wajib berjalan beriringan dengan komitmen untuk mendukung cita-cita besar bangsa dalam mencapai kemajuan di berbagai sektor.

Salah satu poin kritis yang diungkapkan dalam pidato tersebut adalah persoalan integrasi perencanaan serta penganggaran yang selama ini dinilai belum sepenuhnya optimal.

Fenomena tumpang tindih program antara pusat dan daerah masih menjadi rapor merah yang harus segera dibenahi demi efektivitas penggunaan anggaran negara.

"Ketidakselarasan perencanaan seringkali membuat program menjadi kurang efektif. Kedepannya, kita harus memastikan setiap kebijakan benar-benar terkoneksi dari pusat hingga ke tingkat desa," tambahnya.

Baca juga: Tambang Ilegal Solok Selatan Picu Kekerasan, WALHI Sumbar Soroti Sikap Pemerintah Daerah Bungkam

Lebih lanjut, Bupati juga menyentuh isu reformasi birokrasi yang harus berorientasi pada hasil atau outcomes, bukan sekadar berfokus pada habisnya penyerapan anggaran tahunan.

Ia mendorong agar seluruh jajaran birokrasi di Solok Selatan melakukan transformasi mentalitas kerja yang lebih progresif dan solutif bagi kepentingan masyarakat.

Digitalisasi terintegrasi menjadi salah satu senjata utama yang disinggung Khairunas untuk mempercepat pelayanan publik agar lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

Inovasi daerah tidak lagi menjadi pilihan, melainkan keharusan agar pemerintah dapat memberikan pelayanan yang transparan, cepat, dan terjangkau bagi semua lapisan.

Terkait tantangan fiskal, Khairunas tidak menampik bahwa ketergantungan terhadap dana transfer dari pusat masih menjadi isu yang membayangi banyak daerah di Indonesia.

Ia mengajak seluruh jajarannya untuk mulai menggali potensi lokal secara kreatif guna memperkuat kemandirian fiskal daerah secara bertahap dan berkelanjutan.

Dengan penguatan fiskal yang mandiri, Solok Selatan diharapkan memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam menentukan skala prioritas pembangunan yang sesuai dengan karakteristik daerah.

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini pun ditutup dengan harapan besar agar Solok Selatan mampu menjadi contoh daerah yang tangguh, inovatif, dan selaras dengan arah baru pembangunan nasional.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.