TRIBUNNEWS.COM - Kompetisi Liga 2 2025/2026 akan memasuki pekan pamungkas yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (2/5/2026) hingga Minggu (3/5/2026).
Seluruh pertandingan di fase ini dipastikan krusial karena akan menentukan nasib tim-tim yang bersaing memperebutkan tiket promosi ke kasta tertinggi musim depan, yakni Super League 2026/2027.
Persaingan ketat terjadi di kedua grup, namun sorotan utama tertuju pada Grup 2. Di grup ini, perebutan posisi puncak klasemen mengerucut pada dua tim besar, yakni PSS Sleman dan Persipura Jayapura.
Menjelang laga terakhir, kedua tim sama-sama mengoleksi 53 poin dari 26 pertandingan.
Namun, PSS Sleman untuk sementara berhak menempati posisi teratas klasemen karena unggul head-to-head atas Persipura.
Sesuai regulasi Liga 2 musim ini, catatan pertemuan langsung menjadi penentu utama jika dua tim memiliki jumlah poin yang sama, mengungguli perhitungan selisih gol.
Kondisi tersebut membuat PSS berada dalam posisi yang lebih menguntungkan.
Jika kedua tim sama-sama meraih kemenangan pada pekan pamungkas, maka PSS Sleman dipastikan finis sebagai juara grup sekaligus mengamankan tiket promosi langsung ke Super League musim depan.
Baca juga: 5 Tim Berpeluang Promosi dari Liga 2 ke Super League, Trio Eks Liga 1 Bersaing Panas
Dari segi jadwal, PSS juga dinilai memiliki peluang lebih besar untuk meraih hasil maksimal.
Tim berjuluk Super Elang Jawa itu akan menghadapi PSIS Semarang pada Minggu (3/5/2026) pukul 15.30 WIB.
Secara performa, PSIS tengah menjalani musim yang kurang meyakinkan. Mereka terpuruk di peringkat ke-8 klasemen Grup 2 dengan raihan 23 poin dan tampil inkonsisten sepanjang kompetisi.
Meski demikian, PSIS dipastikan aman dari degradasi karena perolehan poin mereka tidak lagi dapat dikejar oleh Persiba Balikpapan yang berada di posisi ke-9 dengan 19 poin.
Sebagai informasi, tim terbawah di masing-masing grup akan terdegradasi ke Liga 3 dan tim peringkat dua terbawah akan melakoni playoff degradasi.
Dengan demikian, laga melawan PSS tidak lagi menentukan nasib PSIS.
Selain itu, PSS juga memiliki modal positif dari rekor pertemuan musim ini. Dalam dua laga sebelumnya, mereka selalu mampu mengalahkan PSIS, yang semakin memperbesar peluang meraih kemenangan ketiga.
Di sisi lain, Persipura Jayapura juga akan menghadapi lawan yang relatif lebih ringan, yakni Persiku Kudus pada Minggu (3/5/2026) pukul 15.30 WIB.
Secara statistik, Mutiara Hitam juga tampil dominan dengan menyapu bersih dua pertemuan sebelumnya melawan Persiku musim ini.
Namun demikian, kemenangan Persipura tidak akan cukup untuk memastikan promosi jika PSS Sleman juga meraih hasil positif.
Artinya, nasib Persipura tidak sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri pada pekan penentuan ini.
Barito Putera yang saat ini mengoleksi 50 poin juga berpotensi menjadi faktor penentu dalam perebutan puncak klasemen Grup 2 Liga 2.
Kehadiran mereka membuka kemungkinan skenario tiga tim bersaing hingga detik terakhir.
Apabila PSS dan Persipura gagal meraih kemenangan pada laga pamungkas, sementara Barito Putera mampu mengalahkan Persipal Palu, maka persaingan papan atas akan semakin sengit dan kompleks.
Secara head-to-head, Barito Putera memiliki catatan lebih baik dibandingkan PSS.
Dalam tiga pertemuan musim ini, Barito sukses meraih satu kemenangan dan dua hasil imbang, tanpa sekalipun menelan kekalahan dari Super Elang Jawa.
Menariknya, Barito justru kalah head to head dari Persipura (2 kalah, 1 imbang).
Sebaliknya, Persipura kalah head to head dari PSS (1 kalah, 1 imbang).
Dalam situasi tiga tim dengan poin identik, posisi klasemen akan ditentukan berdasarkan aturan head-to-head antar tim yang terlibat.
Aturan Penentuan Klasemen Liga 2 jika Poin Sama:
1. Total Poin
2. Poin head-to-head
3. Selisih gol head-to-head
4. Jumlah gol dicetak head-to-head
5. Selisih gol total di klasemen
6. Jumlah gol dicetak total
7. Poin fair-play (kartu kuning dan merah)
8. Undian.
Sabtu, 2 Mei 2026
Minggu, 3 Mei 2026
(Tribunnews.com/Ali, Giri)