Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan bahwa seni memiliki peran fundamental dalam membentuk identitas kota, sehingga tanpa seni, Jakarta hanya menjadi kumpulan infrastruktur fisik tanpa jiwa.
"Kehadiran seni membuat kota lebih hidup, reflektif, dan humanis. Jakarta tanpa seni hanyalah kumpulan beton. Namun, Jakarta dengan seni adalah kota yang punya jiwa yang mampu mengingat, mengkritik, hingga menciptakan kembali dirinya,” kata dia saat menyampaikan pidato kebudayaan dalam pembukaan Dies Natalis ke-56 Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Auditorium IKJ, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin.
Rano menyampaikan, seniman hari ini tidak cukup hanya mencipta, tetapi juga harus menjaga ekosistem dan memahami bahasa dunia tanpa kehilangan aksen kampung halamannya.
"Menjadi global tidak boleh membuat kita asing terhadap akar sendiri,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Rano menekankan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memandang IKJ sebagai mitra strategis dalam pembangunan kota yang berbudaya dan inklusif.
Menurut dia, IKJ berperan strategis sebagai rahim kebudayaan yang tak hanya membentuk seniman, tetapi juga arah peradaban kota. Oleh karena itu, IKJ diharapkan menjadi laboratorium kreatif yang melahirkan gagasan besar untuk menjawab tantangan urban.
“Dari IKJ kita berharap lahir gagasan tentang bagaimana membuat Jakarta lebih manusiawi, berbudaya, inklusif, dan berani menyapa dunia. Seni memiliki cara yang ajaib untuk merawat ingatan, sering kali lebih jujur daripada pidato pejabat,” kata Rano.





