Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menyiapkan kantong parkir baru di kawasan Taman Bendera Pusaka sebagai upaya mengatasi parkir sembarangan yang kerap dikeluhkan warga.

"Kalau Taman Bendera Pusaka memang beberapa titik itu sudah kita siapkan. Ada beberapa titik juga yang dilarang," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Pasaribu saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Bernad mengatakan, keluhan warga muncul karena pengunjung taman memarkirkan kendaraan di area permukiman.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah titik parkir dan merencanakan penambahan lokasi baru di kawasan eks Taman Lauser yang terhubung dengan Taman Bendera Pusaka.

“Rencananya itu di bekas eks Taman Lauser yang nyambung dengan Taman Bendera Pusaka, termasuk juga bagian dari situ, itu akan digunakan untuk parkir tambahannya. Itu slot-nya agak cukup besar di situ,” katanya.

Selain itu, beberapa area seperti eks Taman Langsat telah disterilkan dari parkir kendaraan guna menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang publik. Sementara di eks Taman Ayodya masih diperbolehkan untuk parkir.

Dengan demikian, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan parkir yang telah ditetapkan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.

Pemerintah berharap penataan ini dapat mengurangi parkir liar sekaligus memenuhi kebutuhan pengunjung tanpa mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengimbau agar pengunjung Taman Bendera Pusaka menggunakan transportasi umum karena tempat parkir di lokasi tersebut minim.

Tempat parkir mobil maupun motor memang tersedia di Taman Bendera Pusaka. Namun, kapasitasnya tidak cukup banyak.

Oleh sebab itu, Pramono berharap pengunjung taman tersebut ke depannya dapat memilih menggunakan transportasi umum seperti Transjakarta.