Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang mengira kesehatan tulang baru perlu diperhatikan saat dewasa.
Padahal, faktanya, kualitas tulang seseorang sudah mulai terbentuk sejak dalam kandungan.
Baca juga: Tanda Sakit Pinggang Jadi Bahaya yang Mengancam Kesehatan Tulang Belakang
Dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Dr. dr. Retno Setianing, Sp.KFR (K), menegaskan bahwa fase awal kehidupan justru menjadi penentu utama kekuatan tulang di masa depan.
“Kesehatan tulang itu dimulai sejak dalam kandungan. Jadi kecukupan nutrisi waktu di dalam kandungan itu juga menentukan nanti kualitas tulang anaknya,” jelasnya pada live streaming Healthy Talk yang diselenggarakan di kanal YouTube Tribun Health, Sabtu (25/4/2026).
Setelah lahir, proses pembentukan tulang tidak berhenti.
Aktivitas fisik menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepadatan tulang.
“Tulang akan lebih padat kalau mendapat tekanan dan tarikan, misalnya dari kegiatan menapak, lari-lari, lompat-lompat,” ujarnya pada
Karena itu, anak-anak perlu diberi kesempatan aktif bergerak.
“Jadi jangan sedikit-sedikit digendong,” katanya.
Menariknya, kepadatan tulang mencapai puncaknya di usia sekitar 30 tahun.
“Tulang itu menabung sampai mencapai puncak usia 30 tahun,” jelas Retno.
Artinya, masa muda adalah periode krusial untuk membangun tulang yang kuat.
Meski demikian, bukan berarti setelah usia 30 tahun semuanya terlambat.
“Sepanjang masih hidup, masih bisa dengan latihan, dengan nutrisi yang baik, tulangnya bisa lebih padat,” tegasnya.
Namun, risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah menopause.
“Setelah menopause 5 tahun, risikonya jadi lebih tinggi lagi untuk mengalami osteoporosis,” tambahnya.
Retno menekankan pentingnya nutrisi seimbang serta pemantauan kesehatan.
Ia menyoroti pola makan modern yang cenderung tinggi gula dan tepung.
“Yang ngantri kan bukan di warung pecel, kan? Ngantrinya kan di fast food, kopi dengan gula yang banyak,” ujarnya.
Selain itu, pemeriksaan kadar vitamin D juga penting.
“Berapa sih kadar vitamin D dalam darah? Dari situ kalau memang jauh sekali, dari target baru nanti pakai suplemen,” jelasnya.
Untuk mengetahui kondisi tulang, masyarakat juga bisa melakukan pemeriksaan khusus.
“Bisa juga kalau ingin tahu khusus tentang kepadatan tulang, bisa periksa untuk khusus kepadatan tulang namanya BMD,” tutupnya.