Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Panjang mengungkapkan jenis gangguan kesehatan tertentu yang dapat membuat Jemaah Calon Haji (JCH) batal terbang ke tanah suci.
Ia mengatakan, SKB dari tiga menteri di mana hanya trimester kehamilan 14 sampai 26 minggu saja yang diizinkan.
"Misalkan kehamilan trimester awal dan trimester akhir, itu ada SKB sebelumnya," ujar Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Panjang, Nur Purwoko, saat diwawancarai Tribun Lampung, Senin (27/4/2026).
"Karena kalau trimester awal dikhawatirkannya terjadi pendarahan. Kalau trimester akhir khawatirnya terjadi kelahiran yang lebih cepat," imbuh Nur.
Ada juga ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Saudi diantaranya penyakit ginjal, penyakit jantung, penyakit paru yang dalam kondisi berat.
Baca Juga: Pelepasan JCH Kloter 08 Lampung Tengah Berjalan Tertib, Polisi Kawal Ketat Sejak Awal Acara
"Jemaah kita diharapkan tidak menderita penyakit itu," ujarnya.
Terkait cuaca di tanah suci, ia mengatkan saat ini sedang panas.
"Sekarang kondisinya di tanah suci panas, tahun ini dalam kondisi panas. Sehingga yang diantisipasi adalah bagaimana JCH mengantisipasi paparan panas yang terjadi di Arab Saudi," ucapnya.
"Jadi untuk PPIH bidang kesehatan kami melibatkan 55 petugas, ada beberapa dokter, perawat yang terbagi di beberapa lokasi atau spot," lanjutnya.
Dokter yang bertugas di poliklinik dan yang terlibat selain dari BKK ada juga rekan-rekan dari IDI.
Serta ada juga rekan-rekan dari Dinas Kesehatan (Diskes) dan rumah sakit.
"Sementara kami tidak mendapat informasi ada kesiapan khusus dari pusat, kalau pemeriksaan secara prinsip sama dengan tahun lalu," kata Nur.
Kemenkes sudah menerbitkan surat dan da evaluasi dari beberapa kloter yang sudah tiba di Arab Saudi.
Hal tersebut untuk lebih memperketat lagi terkait istitaah dari JCH dan juga status laik terbang.
"Sampai saat ini belum ada yang terlihat jamaah masuk ke poliklinik, rujukan untuk jemaah haji dari Asrama Haji Rajabasa ini ke RSUD Abdul Moeloek yang utamanya ke sana," bebernya.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)