Kekurangan SPPG Terbongkar Buntut Siswa dan Guru SMAN 6 Bandar Lampung Keracunan Massal
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 27, 2026 04:43 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kekurangan dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) terbongkar buntut guru dan siswa SMAN 6 Bandar Lampung keracunan massal.

Seluruh siswa dan guru yang mengalami kecarunan Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami gejala serupa. Antara lain gangguan pencernaan, mual dan muntah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Temenggung mengungkapkan bahwa insiden keracunan MBG hanya terjadi di SMAN 6 Bandar Lampung. 

Dari total 812 siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekitar 26 persen dilaporkan mengalami gejala serupa.

Menindaklanjuti kejadian itu, tim kesehatan langsung melakukan inspeksi ke dapur SPPG di Way Lunik, Panjang.

Baca juga: Pemicu Siswa dan Guru SMAN 6 Bandar Lampung Alami Gangguan Pencernaan Massal

Hasil pemeriksaan menemukan sejumlah kekurangan yang dinilai berpotensi memicu masalah higienitas. Mulai dari fasilitas sanitasi yang belum memadai hingga pengelolaan limbah yang belum sesuai standar.

Beberapa temuan di antaranya adalah belum tersedianya alat pengering tangan dan sabun, tempat sampah yang tidak memadai, serta belum adanya pemisahan toilet pria dan wanita dengan penanda jelas.

Selain itu, pengelolaan limbah makanan masih dilakukan di area dapur, sehingga berisiko mengundang lalat dan mencemari lingkungan sekitar.

Tak hanya itu, penggunaan penangkap lemak, proses pengeringan peralatan, hingga penerapan standard operating procedure (SOP) sanitasi dan penyimpanan makanan juga dinilai belum optimal.

"Saat kami ke lokasi, penerapan SOP pengolahan pangan dan keselamatan kerja belum terlihat jelas. Ini sudah kami surati untuk segera diperbaiki," ujar Muhtadi.

Meski demikian, hasil uji sampel air dan usap peralatan dapur dinyatakan masih memenuhi syarat kesehatan.

Tim juga telah melakukan pemantauan terhadap siswa dan guru terdampak, dan dipastikan tidak ada yang sampai menjalani perawatan inap.

Sebagai langkah antisipasi, operasional SPPG Way Lunik Panjang resmi dihentikan sementara berdasarkan rekomendasi tim lapangan dan keputusan Badan Gizi Nasional.

Camat Panjang, Hendry Satria Jaya, membenarkan penghentian tersebut guna evaluasi menyeluruh.

Peristiwa ini menjadi peringatan penting dalam pelaksanaan program MBG, khususnya terkait pengawasan aspek higienitas dan standar pengolahan makanan.

Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memastikan keamanan pangan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.