Tekendala Jalur Distribusi, Penyebab Harga MinyaKita Naik di Malinau Jadi Rp 25 Ribu Perliter 
Junisah April 27, 2026 06:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Harga minyak goreng subsidi bermerek MinyaKita serta kemasan premium di tingkat pedagang eceran Kabupaten Malinau Kalimantan Utara mengalami lonjakan signifikan. Kondisi tersebut dipicu oleh rantai distribusi barang.

Terjadinya kenaikan harga MinyaKita ini memicu kekhawatiran masyarakat lantaran selisih harga yang terpaut jauh dari harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah. 

Di sejumlah toko dan pasar tradisional harga komoditas subsidi ini bahkan sudah menyentuh angka 25 ribu rupiah per liter.

Berdasarkan pantauan di lapangan, stok MinyaKita pada tingkat pedagang pengecer mulai sulit didapatkan dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga: Harga MinyaKita di Kabupaten Malinau Kini Naik, Mulai Rp 25 Ribu hingga Rp 30 Ribu

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Malinau Yeni menjelaskan pihaknya terus memantau pergerakan harga barang pokok, khususnya komoditas yang disalurkan melalui jalur pemerintah.

"Untuk yang dari Perum Bulog masih sama harganya namun memang terbatas kuotanya, dan utk yg beredar di pasaran kami kurang memantau karena distribusinya diluar distributor yg resmi," ujar Yeni.

Hingga saat ini, stok Minyakita yang disalurkan oleh Perum Bulog di Kabupaten Malinau sebenarnya masih bertahan pada harga 15.700 rupiah per 1 liter. 

Namun, keterbatasan kuota membuat ketersediaan barang di gudang pemerintah tidak mampu mencukupi seluruh kebutuhan pasar secara terus-menerus.

Lonjakan harga yang paling terasa terjadi pada kemasan dus, di mana harga per dus isi 1 liter kini dibanderol hingga 270 ribu rupiah dari harga normal 215 ribu rupiah. 

Baca juga: Sempat Kosong di Pasaran, 72.000 Liter Stok MinyaKita Tiba di Tarakan, Aman hingga Dua Bulan

Akibatnya, harga di tingkat pedagang eceran di pasar merangkak naik menyesuaikan modal yang dikeluarkan.

Sebelumnya harga eceran jenis MinyaKita dikeluhkan mengalami kenaikan harga. Pedagang mengakui harga beli yang mengalami penyesuaian.

"Yang naik betul itu miyak kita mas 1 dos yang 1 liter itu 265 -270 harga sebelumnya 215 aja perdus kalau yang 1 dos 5 liter 500an, eceran 135 sebelum nya itu 98 ribu. Nah sekarang di toko toko kurang juga stoknya," ujar Eni, Pedngang sembako di Malinau.

Kenaikan harga ini dikeluhkan oleh konsumen, terutama ibu rumah tangga yang mulai merasakan dampak domino pada komoditas kebutuhan pokok lainnya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.