PROHABA.CO - Pertandingan antara Persekat Tegal dan Persiraja Banda Aceh berlangsung sengit dan penuh drama hingga berakhir imbang 1-1 dalam lanjutan kompetisi yang digelar di Stadion Tri Sanja, Minggu (26/4/2026) sore.
Kedua tim sama-sama menampilkan permainan agresif dengan peluang yang silih berganti sejak awal laga.
Tuan rumah Persekat Tegal berhasil membuka keunggulan lebih dulu pada babak pertama melalui gol penalti yang dicetak oleh Pedro Matos pada menit ke-35.
Hadiah penalti diberikan wasit setelah bola dinilai mengenai tangan pemain Persiraja di dalam kotak terlarang.
Pedro Matos yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan baik.
Meski kiper Persiraja, Andreas Fransisco, mampu membaca arah bola, derasnya tendangan membuat bola tetap meluncur masuk ke gawang.
Memasuki babak kedua, Persiraja Banda Aceh yang dijuluki Laskar Rencong langsung memberikan respons cepat.
Baru satu menit setelah kick-off babak kedua, tepatnya pada menit ke-46, mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Connor Flynn.
Gol tersebut berawal dari skema serangan balik cepat yang dibangun dengan rapi.
Baca juga: Drama Injury Time, Persiraja Gagal Menang Usai Ditahan Garudayaksa 2-2
Asgal Habib mengirimkan umpan matang yang langsung dimanfaatkan Flynn untuk menaklukkan lini pertahanan tuan rumah Persekat.
Pertandingan semakin memanas ketika pada menit ke-72 Persekat kembali mendapatkan peluang emas melalui penalti kedua setelah wasit menilai terjadi pelanggaran oleh Fava Sheva di kotak terlarang.
Namun, keputusan tersebut kemudian dibatalkan setelah wasit meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR) dan tidak menemukan adanya pelanggaran yang signifikan.
Menjelang akhir pertandingan, Persiraja harus bermain dengan 10 orang setelah bek mereka, Muharir, menerima kartu merah pada masa injury time akibat akumulasi dua kartu kuning.
Meski dalam kondisi kurang menguntungkan, Persiraja mampu mempertahankan hasil imbang hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Persiraja, Jaya Hartono, mengungkapkan bahwa timnya tidak tampil dalam kondisi terbaik.
Ia menyebut kelelahan akibat perjalanan panjang menuju Tegal menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa para pemain.
Selain itu, beberapa pemain juga diketahui dalam kondisi kurang fit.
Baca juga: Persiraja Gagal Bawa Pulang Poin dari Markas Adhyaksa FC, Takluk 3-4
“Kondisi fisik pemain terlihat menurun, terutama karena perjalanan jauh dan jadwal yang padat.
Namun saya tetap mengapresiasi kerja keras mereka di lapangan,” ujar Jaya dalam konferensi pers usai pertandingan.
Persiraja sendiri datang dengan keterbatasan skuad, hanya membawa 15 pemain dengan lima pemain cadangan.
Meski demikian, strategi serangan balik yang diterapkan berjalan efektif dan mampu menghasilkan gol penyeimbang.
Hasil imbang ini tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen sementara.
Persiraja Banda Aceh tetap berada di peringkat keempat dengan koleksi 39 poin, sementara Persekat Tegal menempati posisi kesembilan dengan 27 poin.
Dengan menyisakan satu pertandingan, kedua tim sudah tidak memiliki peluang untuk bersaing di zona play-off promosi maupun terjerumus ke zona degradasi.
Meski demikian, laga ini tetap menjadi ajang penting bagi kedua tim untuk menutup musim dengan catatan positif.
Persiraja masih memiliki ambisi untuk meraih kemenangan di laga terakhir demi membuka peluang finis di posisi tiga besar klasemen akhir.
Baca juga: Bawa 20 Pemain, Persiraja Tantang Persekat Tegal di Stadion Trisanja
Baca juga: Persiraja Kudeta Peringkat Tiga Usai Taklukkan Sumsel United 2-0
Baca juga: Gol Dramatis Juan Mera Selamatkan Persiraja dari Kekalahan, Lantak Laju Ditahan Imbang PSPS 1-1