TRIBUNSTYLE.COM - Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju yang digelar pada Minggu (26/4/2026) masih terus menarik perhatian publik.
Tak hanya karena kemegahan acara, perpaduan antara akad nikah bernuansa adat Jawa dan resepsi berkonsep internasional membuat momen bahagia pasangan ini ramai diperbincangkan warganet.
Di balik kemewahan tersebut, tersimpan alasan kuat yang membuat El mantap memilih Syifa sebagai pendamping hidupnya.
Putra kedua Maia Estianty dan Ahmad Dhani itu menilai Syifa sebagai sosok yang tepat untuk mendampinginya termasuk menjadi ibu bagi anak-anak mereka di masa depan.
Baca juga: Syifa Hadju Resmi Dinikahi El Rumi, Keadaan Rizky Nazar Terungkap, Bahagia Bareng Laura Moane
Melansir YouTube ELLE Indonesia Magazine, dikutip Senin (27/4/2026), El menyebut Syifa sebagai sosok wanita penyayang.
Selain itu, ia juga melihat Syifa memiliki pondasi agama yang kuat yang ia yakini terbentuk dari didikan orang tuanya.
"Syifa adalah orang penyayang, keluarganya juga."
"Syifa dibesarkan dalam keluarga yang penuh kasih sayang plus agamanya cukup kuat," ucap El.
Hingga akhirnya dua alasan itu, membuat kakak Dul Jaelani itu, semakin merasa yakin, Syifa bisa menjadi ibu terbaik untuk anaknya kelak.
"Itu yang meyakinkan aku bahwa ini lah orang yang tepat untuk menjadi ibu dari anak-anakku nanti."
"Memiliki nilai agama yang kuat dan nilai kasih sayang yang tinggi, itu yang membuat aku semakin yakin," tukasnya.
Selain itu, Syifa juga memiliki alasan tersendiri menjatuhkan hati pada El.
Pemeran sinetron Saleha ini, merasa dirinya bisa melewati badai masalah apapun asal bersama dengan El.
"Aku ngerasa kalau sama dia, kayaknya aku bisa deh melewati semuanya," ungkap Syifa.
Sebagai contoh, Syifa dulu merasa dicintai adalah hal yang amat sulit.
Terlebih statusnya sebagai anak perempuan pertama yang tumbuh dengan sang ibu, Shendy Hadju, membuat Syifa terbiasa menopang beban hidup sendirian.
Figur ayah atau laki-laki juga sempat hilang dalam diri Syifa ketika usia belia.
Namun nyatanya setelah bertemu El, Syifa merasa dicintai adalah hal yang tidak sulit.
"Aku ngerasa dulu dicintai itu adalah hal yang susah, tapi setelah bertemu El ternyata aku merasa kalau aku nggak susah untuk dicintai kok."
"Mungkin karena aku anak perempuan pertama ya, bisa dibilang aku cukup menjadi tempat (bertukar pikiran) dikeluarga, jadi aku nggak punya orang untuk bersandar," cerita Syifa.
"Dulu kan aku juga tumbuh bersama ibu aku, sebelum ibu menikah sama ayahku yang sekarang. Jadi aku nggak pernah punya sosok laki-laki sebagai tempat bersandar, sampai akhirnya setelah ketemu dia 'ternyata hal yang menurut aku tidak mungkin itu bisa jadi mungkin' aku bisa menemukan rumah yang membuat aku merasa aman dan tenang," ungkap Syifa lagi.
Selama setahun berpacaran dengan El, Syifa merasa aman, nyaman dan bisa melewati apapun masalah asal bersama-sama.
"Jadi aku ngerasa kalau sama dia, mau seburuk apapun masalahnya kayaknya aku bisa kok (melewati)," tutup Cipa, sapaan akrabnya.
Hingga kini, keduanya sudah resmi menikah pada Minggu pukul 10.00 WIB.
El menikahi Syifa dengan mahar 26 gram logam mulia, 4 gram logam mulia dan uang tunai 2026 Poundsterling.
Acara akad digelar cukup khidmat dengan menggunakan adat Jawa.
Lalu pada malam harinya, mereka menggelar acara resepsi yang cukup mewah dengan konsep internasional.
Belum selesai, El dan Syifa ternyata masih menyimpan satu lagi resepsi spesial yang rencananya akan digelar di Bali.
Namun hingga kini belum diketahui tanggal resepsi pernikahan keduanya mereka.
(Tribunnews.com/Ayu)