WARTAKOTALIVE.COM, CIKARANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi memastikan operasional TPA Burangkang kembali berjalan normal setelah sempat mengalami kendala dalam beberapa hari terakhir.
Hal tersebut disampaikan Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, pada Senin (28/4/2026).
Dedi menjelaskan, pengelolaan alat berat di TPA Burangkang kini sepenuhnya menggunakan pihak ketiga. Kebijakan ini dinilai lebih efektif karena mampu menjaga ketersediaan alat serta meminimalisir gangguan operasional.
“Seluruh alat berat yang beroperasi menggunakan pihak ketiga, dan ini sudah hampir masuk tahun kedua. Hasilnya lebih efektif karena tidak ada lagi alat yang rusak atau kekurangan,” ujarnya.
Dengan sistem tersebut, operasional di lapangan menjadi lebih stabil. Ketersediaan operator juga terjamin sehingga aktivitas pengolahan sampah berjalan lancar.
Baca juga: Nasabah Bank Sampah di Jagakarsa Diajak Olah Sampah Sachet dan Tanam Pakai Galon Bekas
“Operator aman, alat juga tersedia, dan yang terpenting sekarang sudah tidak ada antrean,” katanya.
Dedi mengungkapkan, kendala sebelumnya terjadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) industri yang cukup signifikan. Hal itu berdampak pada biaya operasional pihak ketiga yang mengelola alat berat.
“Bukan karena kelangkaan, tetapi karena kenaikan harga BBM industri yang di luar perhitungan kontrak,” jelasnya.
Namun, DLH bersama pimpinan daerah segera mengambil langkah melalui rapat maraton untuk mencari solusi agar operasional kembali berjalan.
Baca juga: Job Fair Digelar di PGC Jakarta 28–29 April 2026, Gratis untuk Pencari Kerja
Sejak Sabtu lalu, operasional TPA Burangkang kembali normal dengan penyesuaian jumlah alat berat dari sekitar 22 unit menjadi 18 unit.
Langkah tersebut diambil sebagai strategi efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Sekarang sudah normal, tidak ada antrean, dan armada sudah bergerak kembali,” tegasnya.
Dedi juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah, terutama menjelang musim kemarau karena berisiko menimbulkan kebakaran.