Cara Hotel-Hotel di Jakarta Peringati Hari Kartini
GH News April 27, 2026 03:08 PM
Jakarta -

Sejumlah hotel di Jakarta turut menandai peringatan Hari Kartini dengan cara spesial. Dengan peran strategis perempuan dalam pelestarian budaya hingga sajian yang 'Kartini banget'.

Manhattan Hotel Jakarta menggelar acara yang bertajuk Lentera Kartini: Cakrawala & Budaya pada Selasa (21/4/2026) di NYC Lounge & Bar-nya. Acara itu menjadi kerja bersama dengan Belantara Budaya Indonesia, serta pelaku industri kreatif, UMKM, dan komunitas budaya, di antaranya Dave Tjoa (Seniman & Edukator Batik), Karatungga, Kala Seni, serta komunitas Perempuan Pelestari Budaya.

"Acara ini sejalan dengan service culture dengan hotel kami, Sango Hotel Management. kami mendukung semua energi dan effort untuk membuat budaya Indonesia semakin kuat dan dikenal. Kami sangat mendukung acara seperti ini. Dan, batik ditonjolkan dalam acara karena batik sudah menjadi jiwa Indonesia, batik adalah identitas Indonesia. Batik sudah menjadi ikon Indonesia," kata Asteria T. Hesty, managing Director Sango Hotel Management, usai acara.

Perayaan Hari Kartini di Hotel Manhattan JakartaPerayaan Hari Kartini di Hotel Manhattan Jakarta dengan pameran batik mini. (Femi Diah/detikcom)

Dalam diskusi itu hadir seniman dan edukator Dave Tjoa, founder Karatungga Puteri Widia, dan pemilik Kala Seni Kirana Lucida Arundanti. Diskusi itu mengangkat tema mengenai peran strategis perempuan dalam pelestarian budaya serta kontribusi industri kreatif dalam menjaga identitas budaya nasional di tengah dinamika global.

Selain itu, peringatan Hari Kartini juga disuguhkan oleh Hotel Aston Priority Simatupang. Hotel itu menyediakan minuman khas Jepara yaitu Adon-Adon Coro yang dapat dinikmati sepuasnya oleh tamu-tamu hotel yang disajikan di buffet Canary Restaurant saat sarapan pagi dan makan siang.

Minuman khas Jepara ini dikenal sebagai salah satu favorit R.A Kartini yang terbuat dari campuran santan, gula merah, kayu manis, jahe, lengkuas, cengkeh, serta bahan-bahan rempah lainnya yang menghasilkan rasa manis dengan sentuhan hangat.

Secara historis, Adon-Adon Coro telah lama dikenal oleh masyarakat pesisir utara Jawa sebagai minuman rumahan. Istilah "adon-adon" merujuk pada proses pengadukan bahan, sementara "coro" berarti cara atau racikan dalam bahasa jawa. Istilah tersebut menggambarkan teknik sederhana dalam meramu bahan menjadi minuman yang utuh.

Selain sebagai minuman sehari-hari, Adon-Adon Coro memiliki nilai kultural karena lekat dengan kehidupan masyarakat lokal, termasuk Kartini yang berasal dari Jepara. Dengan adanya pengenalan kuliner ini menunjukan bahwa warisan Kartini tidak hanya tercermin dari gagasan emansipasi perempuan, tetapi juga dari praktik budaya yang ia jalani.

Pemerintah Kabupaten Jepara juga tengah mengajukan Adon-Adon Coro sebagai nominasi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, sebagai bagian dari upaya pelestarian kuliner tradisional berbasis pengetahuan lokal.

Adon-adon coro Kartini ala Hotel Aston Priority Simatupang.Adon-adon coro Kartini ala Hotel Aston Priority Simatupang. (istimewa)

Selain minuman, tim pastry juga menyajikan produk bertema Kartini di buffet makan siang. Produk pastry bertema Kartini ini terdiri dari choco cashew cake, tape cake, klepon mouse cake, cheese cake, dan strawberry choux.

"Momentum Hari Kartini ini menjadi momen kami untuk memperluas cara pandang masyarakat dalam mengenal sosok Kartini, tidak hanya melalui simbol budaya populer seperti kebaya dan surat-suratnya, tetapi juga melalui warisan kuliner daerah, yaitu minuman adon-adon coro, serta produk pastry kami yang menampilkan bentuk-bentuk bertema Kartini," kata General Manager Hotel Aston Priority Simatupang, Andi Gevika Rizki, dalam rilis kepada detikTravel.

Femi Diah
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.