TRIBUNJAMBI.COM – Isu perombakan kabinet atau reshuffle di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menguat.
Sejumlah nama mulai beredar dan disebut-sebut bakal mengisi posisi strategis di lingkaran Istana pada Senin (27/4/2026).
Salah satu yang mencuat adalah Dudung Abdurachman, yang dikabarkan akan mengisi jabatan Kepala Staf Presiden (KSP), menggantikan Muhammad Qodari.
Sementara itu, Qodari disebut akan bergeser menjadi Juru Bicara Presiden sekaligus memimpin Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom).
Namun demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Istana terkait kebenaran kabar tersebut.
Baca juga: Kekerasan di Daycare Little Aresha Terbongkar, Polisi Temukan Anak Diikat
Baca juga: Kabar Reshuffle Kabinet, Eks KSAD Dudung Abdurachman Dipanggil ke Istana
Aktivitas Istana Mulai Terlihat
Pantauan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta sejak pagi menunjukkan adanya aktivitas yang berbeda dari biasanya.
Sejumlah petugas terlihat menyiapkan perlengkapan upacara kenegaraan. Troli bertuliskan “Peralatan Upacara Istana Presiden RI” tampak hilir mudik, disertai pengangkutan buket bunga yang biasa digunakan dalam pelantikan.
Meski begitu, belum terlihat kehadiran pejabat setingkat menteri di lokasi. Aktivitas yang tampak masih didominasi pegawai internal, petugas kebersihan, hingga pekerja teknis.
Kendaraan katering juga terlihat keluar-masuk kawasan Istana.
Situasi ini memunculkan spekulasi bahwa reshuffle bisa dilakukan dalam waktu dekat, meski waktu pastinya belum dapat dipastikan.
Deretan Nama Masuk Bursa
Selain Dudung dan Qodari, sejumlah nama lain juga dikaitkan dengan reshuffle kabinet.
Di antaranya:
Abdul Kadir Karding disebut akan menjabat Kepala Badan Karantina Nasional
Hasan Nasbi dikabarkan menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi
Jumhur Hidayat diisukan mengisi kursi Menteri Lingkungan Hidup
Meski demikian, seluruh informasi tersebut masih sebatas spekulasi yang belum dikonfirmasi secara resmi.
Pejabat: Hak Prerogatif Presiden
Menanggapi isu yang beredar, Qodari menegaskan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden.
“Itu semua hak prerogatif Presiden,” ujarnya singkat.
Hal senada juga disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.
Ia menekankan bahwa jajaran kabinet tetap fokus bekerja sambil menunggu keputusan resmi dari Presiden.
“Kita siap dengan segala skenario, yang penting sekarang bekerja,” katanya.
Jejak Reshuffle Prabowo
Sejak menjabat pada Oktober 2024, Presiden Prabowo tercatat beberapa kali melakukan perombakan kabinet.
Pada 2025, reshuffle dilakukan dalam beberapa tahap, mulai Februari hingga Oktober, termasuk perombakan besar di sejumlah kementerian.
Memasuki 2026, pergantian pejabat kembali terjadi, salah satunya di posisi Wakil Menteri Keuangan dan Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Kini, menjelang akhir April 2026, rumor reshuffle kembali menguat.
Publik pun menanti langkah Presiden Prabowo, apakah benar akan melakukan perombakan kabinet dalam waktu dekat atau hanya sebatas dinamika politik semata.