TRIBUNNEWS.COM – Timnas Norwegia memastikan tempat di Piala Dunia 2026 dengan cara yang sangat meyakinkan, mengakhiri penantian panjang selama 28 tahun tanpa tampil di putaran final.
Di bawah asuhan Stale Solbakken, serta dipimpin oleh kreativitas Martin Odegaard dan ketajaman Erling Haaland, skuad berjuluk Landslaget ini digadang-gadang sebagai 'generasi emas' yang berpotensi mengejutkan di turnamen yang akan digelar di Amerika Utara.
Norwegia tampil luar biasa sepanjang babak kualifikasi zona Eropa. Mereka menjadi salah satu dari sedikit tim yang mencatatkan rekor sempurna dengan menyapu bersih delapan pertandingan di Grup I.
Tim asuhan Solbakken membuka kampanye dengan kemenangan telak 5-0 atas Moldova, lalu melanjutkan dominasi dengan mengalahkan Israel, Italia, dan Estonia.
Performa mereka semakin menggila pada paruh kedua fase grup.
Norwegia bahkan mencatat kemenangan besar 11-0 atas Moldova sebagai rekor kemenangan terbesar di kualifikasi, sebelum menutup perjalanan dengan kemenangan impresif 4-1 di San Siro melawan Italia.
Catatan 100 persen ini menjadikan Norwegia sebagai salah satu tim paling konsisten dan berbahaya menuju putaran final.
Stale Solbakken bukan sosok asing bagi sepak bola Norwegia. Ia pernah mencatatkan 58 caps sebagai pemain tim nasional dan tampil di Piala Dunia 1998 serta Euro 2000.
Karier kepelatihannya dimulai pada 2002 bersama Hamarkameratene, sebelum meraih kesuksesan besar bersama FC Copenhagen. Ia juga sempat melatih FC Koln dan Wolverhampton Wanderers.
Sejak mengambil alih tim nasional pada Desember 2020, Solbakken berhasil membangun fondasi kuat dengan memaksimalkan potensi generasi muda Norwegia.
Baca juga: Profil Timnas Brasil: Dulu Jaya, Kini Merana, Raja Piala Dunia yang Kehilangan Magisnya
Penampilan terakhir Norwegia di Piala Dunia terjadi pada Piala Dunia 1998 di Prancis. Saat itu, mereka diperkuat pemain-pemain yang banyak berkarier di Inggris, seperti Ole Gunnar Solskjaer, Henning Berg, dan Stig Inge Bjornebye.
Namun, perjalanan mereka harus terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari Italia.
Sementara itu, debut Norwegia di Piala Dunia terjadi pada edisi 1938. Mereka datang dengan skuad yang sebelumnya meraih medali perunggu Olimpiade Berlin 1936, namun gagal melangkah jauh setelah tersingkir oleh Italia di babak awal.
Dalam sejarah Piala Dunia, Kjetil Rekdal menjadi sosok paling menonjol bagi Norwegia. Ia merupakan satu-satunya pemain yang mencetak lebih dari satu gol untuk negaranya di ajang tersebut.
Rekdal mencetak gol penting di Piala Dunia 1994 dan kembali mencatatkan sejarah lewat gol penalti melawan Brasil pada 1998 yang membawa Norwegia lolos ke fase gugur.
Selain Rekdal, beberapa pemain seperti Henning Berg dan Stig Inge Bjornebye juga tercatat tampil konsisten di dua edisi Piala Dunia berturut-turut.
Kini, Norwegia memasuki era baru dengan generasi emas yang dipenuhi talenta kelas dunia.
Nama seperti Erling Haaland menjadi tumpuan utama di lini depan, sementara Martin Odegaard berperan sebagai motor serangan.
Erling Haaland menjadi nama yang paling disorot.
Striker Manchester City tersebut tampil subur sejak debutnya tahun 2019 bersama skuad Landslaget.
Sejauh ini, Haaland telah mencetak 55 gol dan 6 assist dalam 49 penampilannya di timnas Norwegia.
Selain itu, pemain berusia 25 tahun itu juga menjadi pemain termahal timnas Norwegia saat ini dengan nilai value Rp3,4 triliun, dikutip dari Transfermarkt.
Dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pengalaman pelatih yang matang, Norwegia memiliki semua elemen untuk melangkah jauh.
Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin mereka akan mencatatkan sejarah baru di Piala Dunia FIFA 2026 dan membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola dunia.
Prediksi skuad di Piala Dunia 2026:
(Tribunnews.com/Ali)