Bupati Madiun Lepas 457 Calon Jemaah Haji, 85 Masuk Kategori Risiko Tinggi
Alga W April 27, 2026 03:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Pemberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Madiun di Pendopo Ronggo Djoemeno, Kecamatan Mejayan, Caruban, Senin (27/4/2026), diselimuti suasana haru.

Tampak ratusan calon tamu Allah SWT tersebut dilepas langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

Baca juga: Piutang PBB Bondowoso Capai Rp36 M Gegara Metode Setoran Gelondongan

Dalam kesempatan tersebut, Hari Wuryanto menyapa dan bercengkrama dengan para jemaah sebelum bertolak menuju Asrama Haji.

Ia menyampaikan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah besar, mengingat masa tunggu haji reguler di Indonesia saat ini cukup panjang, bahkan bisa mencapai puluhan tahun.

Menurutnya, setiap orang yang berangkat ke Tanah Suci adalah sosok pilihan yang mendapat panggilan langsung dari Allah SWT.

Oleh karena itu, momentum tersebut harus disyukuri dengan sebaik-baiknya.

"Saya berpesan kepada seluruh jemaah untuk disiplin mengatur waktu, menjaga kesehatan, dan mengondisikan diri agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalankan dengan baik, tuntas, dan lancar," kata Hari, Senin (27/4/2026).

Ia juga berharap, seluruh jemaah diberikan keselamatan selama menjalankan ibadah, dimudahkan dalam setiap proses, serta kembali ke Tanah Air sebagai haji dan hajjah yang mabrur.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun, Bisri Mustafa, menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan sejak kuota haji diterima pada Agustus 2025.

Persiapan itu meliputi pendampingan, pembinaan, hingga manasik haji secara intensif.

Seluruh proses tersebut, lanjutnya, dilaksanakan secara sinergis bersama Dinas Kesehatan, Kementerian Imigrasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta berbagai pihak terkait lainnya.

"Alhamdulillah, jemaah haji Kabupaten Madiun dalam kondisi sehat dan siap diberangkatkan. Total jemaah tahun ini sebanyak 457 orang," ujar Bisri.

Ia merinci, jumlah tersebut terdiri atas 449 jemaah, tiga Petugas Haji Daerah (PHD), empat jemaah cadangan yang ikut dalam Kloter 50, serta satu jemaah yang sempat direncanakan mutasi ke Jawa Barat.

Namun, ia dikembalikan ke Jawa Timur karena perbedaan data visa.

Ratusan jemaah asal Kabupaten Madiun itu diberangkatkan dalam dua kelompok terbang.

Kloter 24 dijadwalkan masuk Asrama Haji pukul 10.30 WIB.

Sedangkan Kloter 25 bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Pacitan dan Kota Surabaya, masuk asrama pukul 18.50 WIB.

Dari sisi komposisi, terdapat 203 jemaah laki-laki dan 254 jemaah perempuan.

Sebanyak 83 orang merupakan lanjut usia di atas 65 tahun, sedangkan sekitar 85 jemaah masuk kategori risiko tinggi.

Jemaah tertua tercatat atas nama Sarmi binti Subari (89), warga Balerejo, Kebonsari.

Adapun jemaah termuda adalah Nadien Syarifah Salsabila (18), warga Nglambangan, Wungu.

Untuk mendampingi para jemaah, Petugas Haji Daerah yang ditugaskan antara lain KH Mizan Basyari (Gus Mizan) dan dr Hj S Yulistiana untuk Kloter 24, serta Muhammad Maksum yang bertugas di Kloter 20.

"Kami berharap seluruh jemaah dapat terlayani dengan baik, menjalankan ibadah dengan khusyuk, lancar, dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur," pungkas Bisri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.