TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG – Perhelatan “Riang Riung” sukses digelar selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 April 2026 di Pandeglang.
Acara ini menjadi ruang kolaborasi besar yang mempertemukan berbagai pelaku industri lokal dalam satu ekosistem kreatif yang inklusif dan setara.
Berangkat dari visi untuk memajukan ekosistem ekonomi dan kreatif daerah, Riang Riung hadir sebagai ruang temu yang meleburkan berbagai sekat antar industri.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga wadah penguatan ekonomi kreatif daerah melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari kuliner, fashion, musik, seni rupa, hingga komunitas lokal.
Program & Creative Director Riang Riung, Yussep Bachtiar (Chou), menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat kolektivitas.
“Riang Riung lahir dari kesadaran bahwa kita tidak bisa bertumbuh sendiri. Ini adalah sebuah pergerakan kolektif di mana setiap pelaku industri lokal, apa pun bentuk dan skalanya, memiliki ruang yang sama untuk unjuk gigi dan saling terkoneksi,” ujarnya, sENIN (26/4/2026).
Baca juga: SDN Cimanggu 3 Pandeglang Rusak Parah, DPRD Soroti Kinerja Disdik dan Minta Evaluasi
Ia menambahkan, prinsip inklusivitas menjadi inti dari penyelenggaraan acara ini, sehingga seluruh elemen masyarakat dapat terlibat, berkolaborasi, dan merasa memiliki peran dalam kemajuan daerah.
Selama tiga hari penyelenggaraannya, perayaan ini diwarnai dengan berbagai aktivasi silang industri yang dinamis. Kolaborasi antar brand, diskusi interaktif, pameran karya, hingga showcase produk lokal dikurasi sedemikian rupa untuk menonjolkan identitas khas Pandeglang yang terus berkembang namun tetap mengakar erat pada nilai-nilai persaudaraan.
Keberhasilan luar biasa dari penyelenggaraan Riang Riung tahun ini bukan hanya menjadi penutup sebuah acara, melainkan titik awal baru.
Gerakan inklusif ini diharapkan telah memantik semangat berkelanjutan bagi para pelaku industri untuk terus berinovasi, meruntuhkan ego sektoral, dan membangun ekosistem lokal yang berdaya saing tinggi di masa depan.