SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Di tengah padatnya aktivitas pelayanan kesehatan di RSUP Dr. Mohammad Hoesin, kehadiran caregiver menjadi solusi bagi pasien yang membutuhkan pendampingan, terutama dari luar daerah.
Sejak pagi, Yuri (34) bersama rekannya Tiwi sudah bersiap mendampingi pasien di rumah sakit terbesar di Sumatera Selatan tersebut.
Dalam satu hari, Yuri bahkan bisa menangani lebih dari satu pasien.
“Ini pasien kedua yang saya bantu, tadi sudah selesai satu. Kalau yang ini dari daerah Sumbawa,” ujar Yuri saat ditemui, Senin (27/4/2026).
Yuri mengaku mulai menekuni profesi caregiver sejak 2025. Awalnya, ia hanya membantu keluarga dan kerabat yang berobat.
Namun, dari pengalaman tersebut, ia melihat banyak pasien kebingungan dengan alur pelayanan rumah sakit yang kompleks.
“Dari situ saya berpikir untuk membantu pasien lain, apalagi yang dari luar kota,” jelasnya.
Melalui layanan yang ia promosikan di media sosial dengan nama “Yuri Caregiver Palembang”, Yuri kini melayani pasien dari berbagai daerah seperti Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu hingga Jambi.
Sebagai caregiver, tugasnya tidak hanya mendampingi pasien ke poli, tetapi juga membantu administrasi, mengambil obat, hingga mengurus pemeriksaan seperti MRI.
Dalam menjalankan tugas, ia harus sigap dan siap bergerak cepat.
“Kadang harus lari cari kursi roda, dorong pasien, atau bolak-balik antar lantai,” katanya.
Tarif yang ditawarkan berkisar Rp30 ribu per jam, tergantung jenis layanan. Untuk pasien dengan kondisi tertentu, pendampingan bisa berlangsung seharian penuh.
Sementara itu, Tiwi (34), rekan seprofesi Yuri, telah lebih dulu menekuni pekerjaan ini sejak 2020.
Ia mengawali dari membantu keluarga sendiri sebelum akhirnya dipercaya oleh pasien lain.
“Awalnya bantu keluarga, lama-lama orang lain minta tolong,” ujarnya.
Tiwi menyebut layanan caregiver cukup beragam, mulai dari pendampingan rawat jalan, rawat inap non-medis, hingga membantu pasien pasca melahirkan dan perawatan balita.
Dalam sehari, ia bisa menangani hingga lima pasien untuk layanan ringan. Namun, untuk pendampingan intensif, biasanya maksimal dua pasien.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam pekerjaan ini adalah antrean panjang dan keterbatasan fasilitas seperti kursi roda atau tempat tidur pasien.
“Kalau jadi caregiver, kuncinya sabar. Kita harus siap menghadapi berbagai kondisi pasien,” katanya.
Baik Yuri maupun Tiwi sepakat bahwa profesi ini bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama.
Meski terkadang harus menghadapi situasi emosional, seperti pasien meninggal dunia, mereka tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik.
Di tengah kompleksitas layanan rumah sakit modern, kehadiran caregiver dinilai menjadi alternatif penting untuk membantu pasien mendapatkan layanan yang lebih mudah dan terarah.
Caregiver adalah seseorang yang memberikan perawatan, pendampingan, dan dukungan kepada orang lain yang tidak mampu merawat dirinya sendiri sepenuhnya karena faktor usia, penyakit kronis, disabilitas, atau keterbatasan fisik dan mental.
Caregiver Formal (Profesional): Tenaga terlatih atau bersertifikat (seperti lulusan SMK Keperawatan atau pelatihan khusus) yang dibayar untuk memberikan jasa perawatan, baik di rumah (home care) maupun di panti.