Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO – Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., membantah keras tudingan yang menyebut adanya keterlibatan personel Polres Manggarai Barat dalam praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di wilayah hukumnya.
Isu tersebut mencuat setelah beredar kabar bahwa seorang oknum anggota Polres Manggarai Barat masuk dalam radar penyelidikan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda NTT terkait dugaan jaringan distribusi BBM ilegal di wilayah Manggarai Raya.
Sebelumnya, Kanit Tipidter Polres Manggarai Barat, IPDA Adhar, juga sempat disebut-sebut terlibat dalam jaringan tersebut. Namun, Kapolres menegaskan hasil pengecekan di lapangan memastikan bahwa IPDA Adhar tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan pihak yang diamankan oleh Bid Propam Polda NTT.
“Setelah dilakukan kroscek terhadap fakta-fakta di lapangan, IPDA A tidak pernah terlibat atau berhubungan dengan orang-orang yang telah diamankan oleh Bid Propam Polda NTT terkait kasus BBM tersebut,” tegas AKBP Christian Kadang, Senin (27/4/2026).
Baca juga: Satu Dekade Bertahan dalam Keterbatasan, SDN Tando Manggarai Barat Akhirnya Dapat Perhatian Istana
Meski membantah tudingan tersebut, Kapolres menegaskan pihaknya tetap akan menindak tegas setiap anggota yang terbukti melanggar aturan tanpa pandang bulu.
“Tidak ada ruang bagi pelanggar hukum di institusi ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas adanya celah pengawasan distribusi BBM di wilayah hukum Manggarai Barat yang sempat dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Selain itu, Kapolres mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.
Saat ini, situasi keamanan di Manggarai Barat dilaporkan tetap kondusif, sementara pengawasan terhadap distribusi BBM terus diperketat untuk mencegah praktik penyalahgunaan.(moa)