BANJARMASINPOST.CO.ID- Ikan patin adalah sumber protein lokal yang bergizi tinggi dan terjangkau. Bahkan ikan patin menjadi salah satu lauk favorit di kalangan urang Banjar selain ikan haruan (gabus).
Supaya masyarakat lebih paham bagaimana cara memasak ikan patin, tim dapur Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin mendemokan prosesnya.
Demo masak ini merupakan bagian dari Talkshow Hari Kartini 2026 dalam program BTalk-Obligasi yang digelar Banjarmasin Post bekerja sama dengan Bank Kalsel, PT Adaro Indonesia, Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin dan PT Paragon, Senin (27/4/2026).
Demo memasak Menu Sehat Ikan Patin ini dipandu Head Chef Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin, Yus Ibnu.
Dipandu Syakira, host Banjarmasin Post, Menu yang didemonstrasikan terkait langsung dengan tema: Kartini Masa Kini, Pilar Ketahanan Keluarga.
Peserta menyaksikan dan boleh bertanya kepada chef saat proses memasak.
Resep juga disiapkan untuk dibagikan ke seluruh peserta sehingga selain menyimak juga bisa mendapat pengetahuan baru yang dibawa pulang.
Menu yang dihidangkan mencerminkan konsep gizi sehat dan lokal sesuai tema.
Demo ini kemudian dilanjutkan acara makan siang bersama dan sesi ramah tamah.
Manfaat untuk kesehatan, ikan patin menjaga kesehatan jantung karena ada kandungan omega-3 dan lemak tak jenuh yang membantu mengatur tekanan darah dan menjaga elastisitas pembuluh darah.
Karena tinggi protein, membantu pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Rendah kolesterol dibandingkan daging merah. Baik untuk diet, nutrisi tinggi namun kalori relatif rendah (tergantung cara masak).
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, disarankan mengolah patin dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang. Hindari menggoreng dengan minyak berlebih atau santan
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)