TRIBUNPADANG.COM, PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan program tebar kurban dengan fokus menjangkau daerah terpencil hingga wilayah terdampak bencana pada Idul Adha 1447 Hijriah.
Momentum Idul Adha yang diperkirakan jatuh pada Rabu (27/5/2026) ini dimanfaatkan untuk memastikan distribusi daging kurban lebih merata, terutama ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau. Namun, penetapan resmi hari raya tetap menunggu sidang isbat pemerintah.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sumbar, Edi Dharma, mengatakan pihaknya telah menyurati seluruh OPD, BUMD, dan BUMN untuk ikut berpartisipasi dalam program tersebut.
“Kita dari Biro Kesra sudah menyampaikan surat ke seluruh OPD, BUMD, BUMN kita bagaimana tebar kurban ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai TribunPadang.com di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, program ini menargetkan partisipasi minimal satu ekor sapi dari setiap OPD, yang kemudian akan dikumpulkan untuk didistribusikan ke berbagai daerah di Sumbar.
Baca juga: Kematian Karim Picu Aksi Massa di Padang, Keluarga Pertanyakan Status ODGJ dari Dinsos
“Poinnya kita berharap minimal satu OPD satu sapi. Dan itu nanti akan kita distribusikan ke seluruh daerah di Sumbar,” katanya.
Edi menegaskan, prioritas utama penyaluran adalah daerah terpencil, wilayah terdampak bencana, serta kawasan yang selama ini minim akses terhadap bantuan kurban.
“Yang pertama daerah terpencil, daerah-daerah yang terkena bencana, seperti nanti juga kita arahkan ke Mentawai misalnya, ke daerah-daerah bencana atau daerah-daerah yang jauh di pedalaman,” jelasnya.
Ia berharap, dengan kolaborasi OPD, BUMD, dan BUMN, jumlah hewan kurban yang terkumpul bisa lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
“Sehingga tahun ini kita bertarget minimal kalau bisa 100 hewan kurban lah. Kolaborasi kita dari OPD, BUMD dan BUMN, sehingga bisa lebih baik,” ungkapnya.
Baca juga: Demo Kematian Pengamen Karim di Padang Memanas, Massa Bakar Ban di Kantor Dinsos
Selain itu, Pemprov Sumbar juga membuka ruang bagi usulan masyarakat terkait daerah yang membutuhkan distribusi daging kurban, termasuk wilayah kebencanaan dan daerah kepulauan seperti Mentawai.
“Kalau ada usulan dari masyarakat, dan memang daerah yang membutuhkan, semuanya akan kita sentuh sepanjang sapi yang kita harapkan ini bisa terkumpul,” ujarnya.
Menariknya, dalam program ini Pemprov Sumbar juga memprioritaskan penggunaan sapi lokal. Langkah tersebut tidak hanya untuk kebutuhan kurban, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi peternak di daerah.
“Sapi ini kita cari memang sapi lokal dari Sumbar, biar masyarakat juga mendapatkan manfaat dari jual-beli sapinya dan dari dagingnya,” tutupnya. (*)