Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Lonjakan kasus suspek Campak terjadi di Kabupaten Bengkulu Tengah dalam dua pekan terakhir.
Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah mencatat sebanyak 14 kasus terdeteksi, dengan mayoritas menyerang anak-anak.
Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah, Barti Hasibuan, menyebut peningkatan ini tidak lepas dari faktor cuaca yang cenderung tidak stabil.
Perubahan suhu dan kelembapan yang ekstrem dinilai menjadi salah satu pemicu cepatnya penularan virus.
“Dalam dua minggu terakhir, kami mencatat ada 14 kasus suspek campak. Kondisi ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh cuaca yang tidak menentu, sehingga mempercepat penyebaran, terutama pada anak-anak,” kata Barti saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok paling rentan karena sistem imun yang belum sepenuhnya kuat. Karena itu, peran orang tua dinilai krusial dalam mendeteksi gejala sejak dini.
Gejala awal campak umumnya ditandai dengan demam tinggi, disertai batuk, pilek, dan munculnya ruam atau bercak merah pada kulit.
Jika tidak segera ditangani, penyakit ini berisiko menimbulkan komplikasi, seperti infeksi saluran pernapasan hingga gangguan pada mata.
“Begitu anak menunjukkan gejala, jangan ditunda. Segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan cepat dan tepat,” tegasnya.
Selain penanganan medis, upaya pencegahan juga menjadi kunci utama menekan penyebaran.
Dinkes mengimbau masyarakat untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap, menjaga asupan gizi, serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat.
Di tengah kondisi tersebut, Dinkes Bengkulu Tengah juga meningkatkan pemantauan di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas dan posyandu, guna mengantisipasi lonjakan lanjutan.
Barti tidak menampik kemungkinan jumlah kasus masih akan bertambah dalam beberapa bulan ke depan, seiring masih berlangsungnya perubahan cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
“Potensi penambahan kasus tetap ada. Karena itu, kewaspadaan masyarakat sangat penting agar penyebaran bisa ditekan,” pungkasnya.