Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Bangunan laboratorium Kimia, Fisika, Biologi, serta Unit Kesehatan Siswa (UKS) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, terbengkalai dan tidak difungsikan sebagaimana mestinya.
Baca juga: Langganan Banjir, Proyek Revitalisasi Rp 1,7 M Rehab Sejumlah Bangunan di SMAN Semadam Aceh Tenggara
Ironisnya, laboratorium Biologi yang seharusnya digunakan untuk kegiatan praktikum justru dialihfungsikan menjadi kantin sekolah.
Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan TribunGayo.com, bangunan permanen yang tampak megah tersebut dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021.
Namun, sejak selesai dibangun, fasilitas tersebut tidak pernah dimanfaatkan secara optimal.
Akibatnya, kondisi bangunan kini mulai rusak, seperti plafon yang mengalami kerusakan, bagian dalam ruangan yang kotor, serta lingkungan sekitar yang dipenuhi rumput liar.
Selain itu, sejumlah fasilitas lain juga terlihat kurang terawat, seperti pintu kelas, plafon ruangan, serta musala yang jarang digunakan untuk salat berjemaah sehingga tampak kotor dan tidak terurus.
Kondisi kamar mandi (MCK) juga memprihatinkan karena kebersihannya tidak terjaga.
Baca juga: Penjahit Sepatu di Aceh Tenggara Miliki 123 Paket Ganja, Kasat Narkoba: Dijual Rp50 Ribu per Bungkus
Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Darul Hasanah, Sunadi SKd SPdI, kepada TribunGayo.com pada Senin (27/4/2026), mengatakan bahwa dirinya baru dilantik pada 26 Januari 2026.
Sejak menjabat, ia mulai melakukan pembenahan lingkungan sekolah, termasuk membersihkan area yang ditumbuhi rumput liar dan memperbaiki fasilitas MCK dengan memasang kran air serta memastikan pasokan air berjalan dengan baik.
Ia juga berencana memperbaiki berbagai kerusakan fisik bangunan, seperti cat yang sudah kusam dan bagian lain yang mengalami kerusakan sejak sebelum dirinya menjabat.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan tanggung jawab yang harus segera dibenahi demi kenyamanan proses belajar mengajar.
"Banyak yang harus kita benahi dari sekolah dan saat ini menjadi tanggungjawab saya untuk membenahi," ujarnya.
Sunadi juga mengungkapkan bahwa saat ini, jumlah siswa kelas I, II dan III di sekolah tersebut sebanyak 82 orang.
Untuk tahun ajaran baru, pihak sekolah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan.
"Jadi, untuk tahun ajaran baru ini, kita akan meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM anak didik. Bahkan, kita juga akan membuat program keunggulan lainnya.
Seperti tahfidz Quran sebagai ekstrakurikuler dan juga bidang keagamaan lainnya bagi anak-anak didik untuk mendukung program Pemerintah Aceh dalam pemberantasan buta aksara Quran dan mendukung Syariat Islam," pungkasnya. (*)
Baca juga: Simpan 203 Gram Ganja di Keranjang, Lansia 71 Tahun di Aceh Tenggara Diamankan Polisi