Korban Daycare di Jogja Dipastikan Bakal Didampingi Tim Psikolog
GH News April 27, 2026 08:09 PM
Jakarta -

Pemerintah Kota Yogyakarta segera membentuk tim untuk mendampingi secara psikologis anak-anak korban kekerasan dan penelantaran di Daycare Little Aresha Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo setelah menerima audiensi para orang tua korban di Yogyakarta, Minggu (26/4). Pada pertemuan tersebut, orang tua korban meminta perlindungan untuk anaknya, termasuk pendampingan psikologis.

"Karena anak-anak yang sekarang ini dirasakan ada beberapa anak dengan tanda-tanda yang kurang sehat secara psikologis, sehingga kami sudah diskusi dengan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), dengan dinas segera setelah ini langsung rapat untuk membentuk tim pendampingan," kata Hasto dikutip dari Antara, Senin (27/4/2026).

Tim pendampingan psikologis yang dibentuk tersebut akan melibatkan berbagai ahli yang dibutuhkan, seperti ahli psikologi anak, ahli tumbuh kembang anak, ahli gizi untuk asupan anak, termasuk ahli pengasuhan.

Hasto menambahkan perlakuan yang diterima anak-anak di daycare tersebut membuat para orang tua sedih.

"Sudah kami catat perlakuan-perlakuan yang diindikasikan dilakukan kepada anak-anak mereka. Mereka bersedih kami juga ikut sangat bersedih, karena apa yang dia ceritakan membuat kita sebagai orang tua itu bisa membayangkan seperti apa anak yang tidak bisa protes, dan anak yang belum punya 'bergaining position' seperti apa tapi ada perlakuan itu," katanya.

Tak hanya psikis anak, kesehatan mental para orang tua juga terganggu. Hasto mengatakan mereka juga mengalami stres, sehingga menangis saat bercerita.

"Kita pun juga bersama-sama menyiapkan pendampingan, dan kita punya psikolog-psikolog yang ada di psikolog klinis di puskesmas jumlahnya ada 18 psikolog juga kita siapkan," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.