BPKAD Nganjuk Cek Kendaraan Dinas, Perketat Pengelolaan Aset Daerah: Bukan Cari-cari Kesalahan
Alga W April 27, 2026 08:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Melalui pengecekan kendaraan dinas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk perketat pengelolaan aset daerah.

Sasaran utamanya, kendaraan roda dua yang digunakan operasional di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (PD) hingga desa atau kelurahan.

Baca juga: Ibu Bingung Anaknya Usia 13 Tahun Tak Pulang Seminggu, Ternyata Korban Asusila Remaja Lumajang

Berlangsung di halaman kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nganjuk, kendaraan-kendaraan tersebut dicek fisik, pajak, dan kelengkapan administrasinya. 

Kepala BPKAD Nganjuk, Dyah Puspita Rini mengatakan, pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Menurutnya, kondisi kendaraan dinas mencerminkan cara instansi memperlakukan aset negara.

"Kalau kendaraan dinas dirawat dengan baik, administrasinya lengkap, itu menunjukkan tanggung jawab kita terhadap aset daerah," katanya, Senin (27/4/2026). 

Ia menyebut, BPKAD menargetkan 1.800 kendaraan roda dua yang dilakukan pengecekan. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 1.450 unit mengikuti pemeriksaan.

"Sementara kurang lebih 350 kendaraan belum mengikuti pengecekan. Persentase kehadiran ini menjadi catatan tersendiri bagi BPKAD untuk dilakukan tindak lanjut," ucapnya. 

Dia menambahkan, bagi kendaraan yang kedapatan pajaknya sudah mati, bisa diurus langsung di lokasi. 

Langkah ini diambil agar tidak ada alasan penundaan dan sekaligus mempercepat penertiban administrasi kendaraan dinas.

"BPKAD menggandeng sejumlah pihak, yakni Bapenda, Samsat, serta Inspektorat, untuk memastikan pengecekan berjalan menyeluruh, baik dari sisi administrasi maupun kondisi fisik kendaraan," tambahnya. 

Selama kegiatan, petugas memeriksa sejumlah komponen penting. 

Mulai dari spion dan lampu sein, kondisi ban, hingga kelengkapan surat-surat kendaraan. 

Dyah menyatakan masih ditemukan beberapa kendaraan yang perlu pembenahan, baik dari sisi teknis maupun administrasi. 

"Perlu ditegaskan, kegiatan ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan mengingatkan sekaligus memperbaiki. Yang kita dorong adalah kesadaran."

"Kendaraan ini dibeli dari uang rakyat, jadi harus dijaga. Kalau ada kekurangan, kita benahi bersama," paparnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.