TRIBUNTRENDS.COM - Seorang WNA mencuri uang donasi di pura Goa Gajah Gianyar Bali, sebanyak 1,8 juta raib.
Aparat kepolisian dari Polres Gianyar tengah memburu seorang pria yang diduga warga negara asing (WNA) terkait aksi pencurian uang donasi (sesari) di kawasan Pura Goa Gajah, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV WNA mencuri uang donasi tersebut viral di media sosial.
Baca juga: Anjing Diduga Rabies di Buleleng, Bali, Semalaman Serang Warga & 18 Orang Tergigit, Belum Ditangkap
Peristiwa pencurian terjadi pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 13.20 Wita.
Dalam rekaman kamera pengawas, terlihat seorang pria mengenakan topi dan kaus lengan panjang hijau mendekati kotak donasi, lalu mengambil uang yang ada di dalamnya.
Meski kejadian berlangsung pada Jumat, video tersebut baru ramai diperbincangkan publik pada Minggu (26/4/2026), sehingga memicu respons cepat dari aparat kepolisian.
Baca juga: KBRI Ungkap Nasib Sopir WNA yang Tewaskan Sheyna di Singapura, Jadi Tersangka Tapi Belum Ditahan
Dari hasil pendataan awal, pihak pengelola pura mengalami kerugian sekitar Rp 1,8 juta.
Jumlah tersebut terdiri dari uang rupiah serta beberapa mata uang asing yang disumbangkan oleh umat.
Dikutip dari Tribun Bali pada 27 April 2026, Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Suardita, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Ia menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan saat ini masih melakukan penyelidikan intensif.
Polisi mengandalkan rekaman CCTV serta keterangan saksi untuk mengungkap identitas pelaku yang diduga merupakan wisatawan asing.
Baca juga: Viral Turis India Curi Barang-barang Hotel di Ubud, Bali, Mulai dari Keset Sampai Hair Dryer
Menanggapi insiden ini, kepolisian mengimbau masyarakat serta pengelola tempat suci dan objek wisata untuk meningkatkan kewaspadaan.
Penguatan sistem keamanan, seperti pemasangan CCTV di titik strategis dan pengawasan langsung, dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
Langkah tersebut juga dianggap perlu guna menjaga keamanan serta mempertahankan citra pariwisata Bali yang tetap kondusif.
(TribunTrends.com/Talitha)