Kronologi Kericuhan Pendaki di Puncak Lawu yang Viral Akibat Rebutan Spot Foto, Sepakat Berdamai!
Sinta Darmastri April 27, 2026 08:44 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Puncak Hargo Dumilah yang biasanya menjadi tempat tenang bagi para pendaki untuk mensyukuri keindahan alam, mendadak berubah menjadi arena keributan. Sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan ketegangan antarkelompok pendaki di atap Gunung Lawu tersebut kini tengah menjadi buah bibir di media sosial.

Dikutip dari berbagai sumber, sebuah video yang memperlihatkan keributan antarpendaki di titik tertinggi perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut mendadak viral setelah diunggah oleh akun Instagram @petualanghepi.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 06.48 WIB tersebut bermula dari persoalan yang cukup klasik di kalangan pendaki, perebutan posisi untuk berfoto di salah satu titik favorit puncak. Keinginan untuk mengabadikan momen terbaik di gunung setinggi 3.265 mdpl tersebut justru memicu gesekan antara dua rombongan besar.

Baca juga: Tak Kembali Setelah Pamit ke Toilet, Pendaki Gunung Gede-Pangrango Cianjur Ternyata Meninggal Dunia

Pemicu Keributan: Antrean Plakat Puncak

Berdasarkan penelusuran, insiden memalukan ini terjadi pada Minggu (26/4/2026). Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, mengonfirmasi bahwa akar permasalahan berasal dari hal yang sangat sepele, yakni ketidaksabaran saat mengantre di spot foto favorit.

Pihak yang terlibat merupakan dua kelompok besar peserta open trip yang berasal dari Bandung dan Bogor. Keduanya kedapatan berselisih paham saat memperebutkan posisi di depan plakat penanda Puncak Lawu.

"Informasi dari relawan, dan petugas Disparpora, yang diperbantukan di PUD untuk pendakian Lawu, Peserta open trip dari Bandung dan Bogor. (Mereka) Berebut tempat foto dan plakat Puncak Lawu," ungkap Yopi pada Senin (27/4/2026).

Baca juga: Insiden ‘Gancet’ Saat Mendaki: Hasil Autopsi Ungkap Penyebab Kematian Sepasang Pendaki

Berakhir dengan Mediasi Relawan

Meski video keributan tersebut sempat membuat gaduh dunia maya, Yopi memastikan bahwa perselisihan tersebut tidak berlanjut ke jalur hukum. Begitu turun dari puncak, kedua belah pihak langsung diamankan oleh para relawan dan pengelola kawasan wisata untuk dimintai keterangan.

Yopi menegaskan bahwa kedua belah pihak telah menyadari kekeliruan mereka dan memilih jalur perdamaian di lokasi pendakian.

“Sudah diinterogasi pihak-pihak yang bersangkutan, dan sudah saling memaafkan,” ungkap Yopi secara singkat namun tegas.

(TribunStyle.com/Darma)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.