Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Manajemen RSUD Muda Sedia, Aceh Tamiang mengungkapkan kalau limbah medis yang dibuang secara berkala mencapai 1,7 ton.
Pembuangan berkala ini dilakukan antara satu hingga dua pekan setiap bulan, tergantung volume limbah.
“Pembungan terakhir 1,7 ton, bila dalam satu pekan volumenya sudah besar, maka kami langsung menghubungi rekanan yang bertugas menangani limbah B3,” kata Direktur RSUD Muda Sedia, Andika Putra, Senin (27/4/2026).
Diakuinya, volume ini masih dalam hitungan kecil seiring jumlah pasien yang belum banyak pascabanjir.
Dia meyakini dalam perjalanan volume ini akan terus meningkat mengikuti normalnya fasilitas pelayanan rumah sakit.
Dijelaskannya, limbah medis B3 merupakan sisa pelayanan kesehatan yang memiliki kandungan bahan berbahaya dan beracun yang segera dibuang.
Mekanisme pembuangan limbah medis B3 ini dipastikannya dalam pengawasan ketat.
Baca juga: Limbah Medis Menumpuk di TPA Pasie Raja, Ini Penjelasan Kepala DLH Aceh Selatan
“Bertahun-tahun penanganan limbah medis B3 kita serahkan ke rekanan, tapi mekanismenya tetap dalam pengawasan kita,” ungkapnya.
Diakuinya, pihak rumah sakit sempat bingung membuang sampah non-limbah mengingat terbatasnya angkutan akibat rusak dihantam banjir.
“Sampah non-limbah ada dibuang di belakang karena memang kita tidak tahu buang kemana, tapi itu bukan limbah,” terang Andika.
“Mungkin ada masyarakat yang juga gak tahu buang kemana, akhirnya buang di situ juga,” ujarnya.
Andika menekankan, bahwa penanganan limbah medis B3 ini salah satu penanganan dengan standar tinggi pascabanjir bandang.
Karena menyadari potensi bahaya pencemaran limbah yang begitu tinggi, manajemen rumah sakit mewanti-wanti agar pembuangan dilakukan sesuai standar.
Baca juga: Obat Kedaluarsa Disimpan Gudang Limbah B3, Direktur RSUD Aceh Singkil: tak Mungkin Dikasih ke Pasien
“Pascabanjir ini semua lumpuh, termasuk angkutan sampah yang belum maksimal,” urai dia.
“Makanya perlu pengawasan ketat supaya limbah medis B3 ini tidak dibuang sembarangan,” ujarnya.
Faktor lain yang menjadi perhatian serius pihaknya adalah stok obat.
Manajemen pun menerapkan kebijakan ketat untuk menghindari kekurangan distribusi obat.
“Alhamdulillah stok obat kita aman, kita tidak pernah kekurangan obat dan tidak terjerat utang dengan distributor,” ungkapnya.(*)