Kolaborasi Seni dan Mitigasi, Ngabandungan Bandung Edukasi Warga Hadapi Bencana
Kemal Setia Permana April 27, 2026 09:47 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi ancaman berbagai macam bencana, terutama gempa bumi yang dipicu Sesar Lembang.

Upaya yang dilakukan dengan menghadirkan inovasi seni pertunjukan bertajuk 'Ngabandungan Bandung', sebuah pertunjukan video mapping yang memadukan visual, budaya, dan edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat di Balai Kota Bandung, Minggu (27/4/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan Ngabandungan memiliki makna mendalam, yakni mengajak masyarakat untuk mendengar, mengenali diri, dan memahami lingkungan tempat tinggalnya sebagai bagian dari kesiapsiagaan bencana.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana. Kita ingin naik kelas tertinggi dengan pengetahuan bencana sebagai lifestyle, gaya hidup atau culture," ujar Didi, Senin (27/4/2026).

Baca juga: Siap Hadapi Bhayangkara FC, Bojan Hodak Sebut Mental Pemain Oke dan Evaluasi Finishing

Dengan mengangkat tema Dongeng Kelana: Oray Tapa, pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan visual, tetapi juga sarana refleksi tentang hubungan manusia dengan alam serta penguatan nilai gotong royong dalam menghadapi bencana.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi komunitas Sesar Lembang Kalcer dan Sembilan Matahari, yang dikenal dengan karya visual mapping berskala nasional. Melalui teknologi visual yang menarik, pertunjukan ini menyampaikan pesan tentang pentingnya memahami risiko bencana di Kota Bandung.

Didi mengatakan, melalui pendekatan kreatif seperti video mapping ini diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap mitigasi bencana.

"Dengan Kesiapsiagaan Bencana Menjadi culture kita Harapkan Masyarakat untuk sadar bencana bukan sekadar menunggu Tetapi Literasi tentang Kebencanaan Aktif," katanya.

‎Sementara Founder Sesar Lembang Kalcer sekaligus CEO Sembilan Matahari, Adi Panuntun, menyoroti urgensi kesiapsiagaan bencana di Bandung yang berada di wilayah rawan gempa akibat keberadaan Sesar Lembang.

Baca juga: Ratusan Warga Desa di Sukabumi Tuntut Kades Mundur Gegara Jalan Butut: 4 Tahun Janji Tak Direalisasi

‎"Urgensi Sesar Lembang hari ini adalah panggilan bagi kreativitas kita semua. Kekuatan utama Bandung ada pada sumber daya kreatifnya, dan itu yang harus kita manfaatkan," ucap Adi.

‎Dia mengatakan, patahan aktif sepanjang 29 kilometer berpotensi memicu gempa berkekuatan 6,5 hingga 7 magnitudo. Dengan jumlah penduduk lebih dari 9 juta jiwa di kawasan Cekungan Bandung, kesiapsiagaan dinilai bukan lagi sekadar imbauan, melainkan kebutuhan mendesak.

‎"Ini bukan lagi sekadar ajakan, tetapi sudah menjadi darurat budaya. Kesadaran mitigasi harus dibangun secara kolektif," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.