TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Senyum pahit terpancar dari wajah Oka Sukmana saat menatap hamparan sawah di Kampung Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Jerih payahnya merawat padi selama tiga bulan kini hancur dalam semalam.
Padi yang tengah dijemur di area persawahan miliknya raib digondol pencuri pada Minggu (26/4/2026) dini hari.
Oka menceritakan, padi tersebut merupakan hasil panen yang sudah dijemur selama dua hari.
Rencananya, pagi itu ia akan mengemas padi tersebut untuk dibawa pulang, namun kenyataan pahit justru yang ia dapati.
Baca juga: VIRAL Seorang Petani di Ngamprah Bandung Barat Kehilangan Padi yang Baru Dipanen di Sawah
"Kejadiannya Sabtu malam Minggu. Habis panen dijemur sudah dua hari, mau diangkat paginya ternyata sudah habis sama pencuri," ujar Oka dengan nada getir saat ditemui di lokasi persawahan.
Padi yang hilang bukan hanya milik Oka, melainkan hasil garapan bersama Amad (73), serta bagian untuk buruh tani lainnya, Abah Uu dan Pak Beben.
Total ada sekitar 5 hingga 7 karung atau setara 5 kuintal padi yang dibawa lari pelaku.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, aksi pencurian ini diduga dilakukan secara terencana.
Pelaku terpantau menggunakan mobil bak terbuka (pick up) untuk mengangkut hasil curiannya pada tengah malam.
"Iya pakai mobil, katanya ada warga yang tahu mobil pick up itu lewat penuh bermuatan padi sekitar jam 2 dini hari," tambah Oka.
Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta.
Meski merasa sedih dan geram, Oka dan rekan-rekan petani lainnya memilih untuk mencoba ikhlas meskipun modal dan tenaga yang dikeluarkan sangat besar.
Aksi pencurian ini menjadi sorotan netizen setelah videonya viral di media sosial.
Dalam potongan video yang beredar, tampak sejumlah petani terduduk lemas di pinggir sawah, menatap kosong tempat penjemuran padi yang kini hanya menyisakan tanah lapang.
"Sing sabar mamah, pare keur dipoe dipaling (Sabar mama, padi lagi dijemur dimaling), Ya Allah," ucap suara perekam video yang menambah suasana haru.
Kejadian ini diharapkan menjadi peringatan bagi petani lain di wilayah Bandung Barat untuk lebih waspada saat menjemur hasil panen di area terbuka, terutama pada malam hari. (*)