TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Siang menjelang sore pada Senin (27/04/2026) langit di Desa Cipelem Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes Jawa Tengah tiba-tiba gelap.
Desiran angin kencang membuat bulu kuduk Sekertaris Desa setempat Tomi Santosa merinding.
Tomi saat itu ia sedang berada beraktivitas di sawah. Langit kemudian tiba-tiba gelap gulita disertai angin kencang.
"Ya tadi saya lihat, awal kejadiannya ada angin puting beliung. Saya lari ke desa, ternyata di desa kaya semacam kiamat."
"Genteng-genteng pada terbang, saya juga lari sampai jatuh gigi saya juga sampai ompong," ujar Tomi sambil menunjukan giginya yang lepas di lokasi kejadian.
Meski giginya tanggal, tak membuat dirinya lemah. Ia bahkan tetap berlari memastikan warganya selamat dari bencana tersebut.
"Saya lari-lari ke warga masyarakat barangkali ada korban, teryata Alkhamdulillah tidak ada."
"Saya langsung telefon Camat Bulakamba untuk berkoordinasi penanganan," ungkapnya.
Saat itu, kata Tomi, langit terlihat gelap dan hujan deras,
"Saya sampai nangis, orang-orang juga pada ketakutan."
"Gendeng pada terbang, pada jatuh lagi ke gendeng yang lain."
"Bunyi kaya bom dar der dor, kejadiannya seperti itu. Saya dan warga di luar area rumah takut tertimpa bangunan," terangnya.
Baca juga: Profil Jumhur Hidayat, Aktivis Mantan Napi yang Dilantik Prabowo Jadi Menteri LH
Akibat Peristiwa tersebut, puluhan rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap. Bahkan, tak sedikit bagian tembok rumah warga yang roboh.
Pantauan Tribunjateng.com di lokasi kejadian, sejumlah petugas gabungan dari BPBD, Tim SAR, bahkan TNI Polri sedang melakukan evakuasi pembersihan puing yang berserakan ke jalan.
Akibat peristiwa tersebut listrik di desa tersebut juga padam, petugas PLN yang tiba di lokasi kejadian terlihat sedang melakukan perbaikan instalasi listrik.
Berdasarkan data sementara dari Kecamatab Bulakamba, sedikitnya 25 rumah mengalami kerusakan.
Selain itu, dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah setelah tembok dapur roboh.
Tidak hanya bangunan, angin kencang juga merobohkan tiga pohon besar yang sempat menghalangi akses jalan warga. Sejumlah warung di tepi jalan raya turut terdampak akibat kuatnya terpaan angin.
Kepada Tribunjateng.com dilokasi kejadian, Camat Bulakamba, Setiawan Nugroho, mengatakan wilayah yang terdampak paling parah berada di RT 04 RW 07.
Setiawan menyebut angin kencang datang dengan intensitas tinggi namun berlangsung singkat.
“Berdasarkan pendataan tadi dari pemerintah desa ada 25 rumah terdampak."
"5 kategori rusak berat, kemudian 3 sedang dan 17 rusak ringan," ujarnya.
Selain itu, kata Wawan, angin kencang juga menyebabkan listrik padam.
"Ada pemadaman, tadi ada bagunan yang terbawa angin, kemudian nempel pada kabel PLN. Sehingga tadi kami berkoordinasi dengan PLN," ungkapnya.
Malam ini juga, kata Wawan, petugas memastikan agar kabel aman bagi warga.
"Sehingga jalur dari mulai Rancawuluh, Jubang, Cipelem sampai Selatri dilakukan pemadaman sementara," tandasnya. (Pet).