Sularni Bakar Istrinya Saat Hendak Salat Isya, lalu Siram Bensin ke Diri Sendiri
Noval Andriansyah April 27, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Banyuwangi - Seorang pria bernama Sularni (63) diduga membakar istrinya sendiri saat korban hendak melaksanakan salat Isya di rumah mereka di Dusun Mulyorejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat (24/4/2026) malam. Korban, Nur Khasanah (56), mengalami luka bakar hampir di seluruh tubuhnya hingga akhirnya meninggal dunia.

Tak lama setelah membakar istrinya, Sularni juga diduga menyiramkan bensin ke tubuhnya sendiri lalu membakar diri. Akibatnya, pria tersebut mengalami luka bakar sekitar 85 persen.

Dari informasi yang dihimpun, hubungan rumah tangga pasangan ini memang sudah lama tidak harmonis. Bahkan keduanya disebut sedang menjalani proses perceraian.

Dikutip dari Tribun-Medan.com, peristiwa kekerasan dalam rumah tangga itu terjadi di Dusun Mulyorejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur.

Baca juga: Nur Tewas Secara Tragis, Dibakar Suaminya Hidup-hidup, Pelaku Ikut Bakar Diri

Korban sempat dilarikan ke RSUD Genteng untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawanya tidak tertolong akibat luka bakar parah yang dideritanya.

Kabar meninggalnya korban dibenarkan Kapolsek Gambiran, AKP Dwi Wijayanto.

“Benar, yang perempuan meninggal dunia tadi malam,” ujarnya.

Ia menjelaskan korban mengalami luka bakar hingga 100 persen di sekujur tubuhnya.

Sementara itu, pelaku mengalami luka bakar sekitar 85 persen. Luka tersebut diduga terjadi setelah ia menyiramkan bensin ke tubuhnya sendiri lalu menyulutnya dengan korek api.

Saat ini, pelaku masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama.

Sebelum kejadian, pasangan suami istri tersebut sempat terlibat pertengkaran pada sore hari.

“Awal mula sekitar pukul 16.00 WIB, korban bertengkar dengan suaminya diduga karena persoalan ekonomi dalam keluarga,” kata AKP Dwi.

Dari keterangan kakak korban, Masrukin, pertengkaran antara keduanya memang sudah sering terjadi.

“Sering bertengkar serta sudah sempat mengajukan perceraian pada Maret,” katanya kepada polisi.

Peristiwa pembakaran itu sendiri terjadi menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.50 WIB.

Saat itu, Nur Khasanah disebut sedang bersiap melaksanakan salat Isya di rumahnya.

Namun secara tiba-tiba, suaminya datang dan langsung menyiramkan bensin ke tubuh korban.

“Ketika itu korban hendak melaksanakan salat Isya. Tiba-tiba suami menyiramkan bensin ke badan korban dan langsung menyulutkan api menggunakan korek,” kata AKP Dwi.

Api dengan cepat menyambar tubuh korban yang sudah basah oleh bensin.

Dalam hitungan detik, kobaran api membesar dan melalap hampir seluruh tubuhnya.

Korban yang panik kemudian berlari keluar rumah sambil berteriak meminta tolong.

Teriakan tersebut membangunkan warga sekitar.

Kakak korban, Masrukin, bersama seorang tetangga bernama Soleh, langsung berlari menghampiri korban yang tubuhnya sudah terbakar.

“Mereka langsung menolong korban dengan cara menyiramkan air dari kamar mandi menggunakan ember,” ujar Dwi.

Setelah api di tubuh korban berhasil dipadamkan, para saksi melihat kobaran api berasal dari dalam kamar rumah.

Mereka kemudian masuk untuk memastikan sumber api tersebut.

Di dalam kamar, mereka mendapati Sularni sudah dalam posisi tengkurap dengan tubuh juga dilalap api.

“Mereka mendapati terduga pelaku sudah dalam keadaan tengkurap dan terdapat api di sekujur tubuhnya,” katanya.

Kedua saksi itu lalu berusaha memadamkan api di tubuh pria tersebut.

Polisi menduga, setelah membakar istrinya, pelaku menyiramkan sisa bensin ke tubuhnya sendiri lalu membakar diri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.