BOLASPORT.COM - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares mewaspadai rekor pertahanan Arema FC jelang bertemu di Derbi Jawa Timur pada lanjutan pekan ke-30 Super League 2025/2026.
Arema FC akan menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (28/4/2026) sore WIB dalam laga bertajuk Derbi Jatim.
Kedua tim datang dengan situasi jauh berbeda.
Persebaya masih belum menemukan penampilan terbaik sejak diasuh Bernardo Tavares pada Desember 2025 lalu.
Performa tim kebanggan Kota Surabaya tersebut masih angin-angin.
Situasi tersebut jauh berbeda dari tim Arema FC yang tengah dalam performa terbaik.
Arema FC sukses mencatatkan dua kemenangan dan satu hasil imbang dalam tiga laga pamungkas.
Dalam tiga laga tersebut, semuanya berhasil berakhir dengan catatan clean sheet.
Catatan paling fenomenal tentu saat Arema FC menahan imbang tanpa gol Persib Bandung pekan lalu.
Arema FC sukses mencatat clean sheet meski digempur barisan lini serang.
Namun, penampilan ciamik Lucas Frigeri sukses membuat Arema FC pulang dengan poin dari kota Bandung.
12 penyelamatan berhasil ditorehkan penjaga gawang asal Brasil tersebut.
Menanggapi rekor tersebut, Bernardo Tavares mengaku cukup khawatir.
Menurutnya, Arema FC kerap menumpuk pemain di depan kotak penalti sehingga menyulitkan lawan untuk melakukan penetrasi.
"Arema membuktikan di laga-laga terakhir bahwa sangat sulit membobol mereka," ujar Tavares.
"Mereka punya pertahanan kuat, banyak pemain di belakang bola."
"Lawan Persib terkadang mereka menaruh 11 pemain di belakang bola dengan dua baris pertahanan," imbuhnya.
Bernardo Tavares sudah menyiapkan strategi jitu agar Persebaya berhasil membongkar tembok kokoh yang dibangun Arema FC.
Dirinya tidak ingin timnya bernasib sama dengan Persib Bandung yang gagal menjebol gawang Arema FC, meski menguasai jalannya laga.
"Jadi kami harus siap untuk itu," ujar Tavares.
"Tapi kami juga harus fokus pada karakteristik pemain kami dan mencoba beberapa strategi."
"Jika Arema melakukan itu, kami akan mencoba lebih baik dari Persib, karena Persib menguasai bola tapi tidak gol."
"Para pemain bertahan Arema punya postur sangat tinggi, mereka menaruh banyak orang di sana, jadi kami harus hati-hati, termasuk situasi bola mati."
"Arema juga kuat dalam transisi. Mereka punya pemain bagus yang bisa membuat perbedaan."
"Tapi kami harap sebagai tim Persebaya besok bisa kuat, fokus di setiap momen, baik saat membawa bola maupun tanpa bola, agar tidak melakukan kesalahan seperti laga sebelumnya, sehingga kami bisa meraih tiga poin," imbuhnya.