30 Persen Jemaah Haji Pesawaran Lampung Alami Hipertensi, Diskes Perkuat Pengawasan Lansia
soni yuntavia April 27, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pesawaran – Tingginya jumlah jemaah calon haji (JCH) dengan hipertensi menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pesawaran menjelang keberangkatan haji 2026.

Dari total 128 jemaah, sebanyak 40 orang atau sekitar 30,3 persen tercatat memiliki tekanan darah tinggi.

Kondisi ini tidak hanya menjadi catatan medis, tetapi juga memicu penguatan strategi pendampingan kesehatan, terutama bagi kelompok lanjut usia yang mendominasi kasus.

Kepala Bidang P2P Diskes Pesawaran, Chris Manurung, mengungkapkan bahwa mayoritas jemaah yang mengalami hipertensi merupakan lansia.

“Sebanyak 75 persen dari total kasus berasal dari usia di atas 60 tahun. Ini yang menjadi fokus utama pengawasan kami,” ujarnya, Senin (27/4).

Menurutnya, ibadah haji memiliki tingkat aktivitas fisik tinggi serta paparan cuaca ekstrem, sehingga kelompok lansia dengan penyakit penyerta seperti hipertensi membutuhkan perhatian ekstra.

Untuk mengantisipasi risiko selama ibadah, Diskes tidak hanya mengandalkan pemeriksaan kesehatan awal. Pemantauan dilakukan secara berlapis, mulai dari medical check up, manasik kesehatan, hingga pemeriksaan menjelang keberangkatan.

“Pendekatannya sekarang bukan sekadar skrining, tapi pendampingan berkelanjutan. Kami ingin memastikan kondisi jemaah tetap stabil sampai hari keberangkatan,” jelasnya.

Selain itu, Diskes juga menggandeng puskesmas untuk melakukan pembinaan kebugaran dan pemantauan rutin.

Bahkan, komunikasi dengan jemaah diperkuat melalui grup khusus guna memastikan kepatuhan minum obat dan kontrol tekanan darah.

Meski angka hipertensi cukup tinggi, Chris menegaskan bahwa para jemaah tetap bisa berangkat selama kondisi mereka terkontrol.

“Selama tekanan darah di bawah 140/90 mmHg dan tidak dalam kondisi darurat, jemaah tetap dinyatakan laik terbang,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa disiplin menjaga kesehatan menjadi kunci utama. Faktor risiko seperti pola makan, kelelahan, hingga dehidrasi harus dihindari, terutama menjelang keberangkatan.

Dengan tingginya proporsi jemaah lansia, kesiapan kesehatan kini menjadi salah satu aspek krusial selain kesiapan ibadah itu sendiri.

Diskes berharap upaya pengawasan yang diperkuat dapat meminimalkan risiko dan memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan lancar.

( Tribunlampung.co.id / Oky Indra Jaya )

 

 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.